Rabu
14 Oktober 2026 | 6 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tempat Rekreasi di Ngawi hanya untuk Wisatawan Lokal

pdip-jatim-eksekutif-100521-ngawi-dwi-rianto-jatmiko

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan wabah Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Salah satunya terkait bidang kepariwisataan yang berpotensi meningkatkan penyebaran wabah Covid-19.

Bukan tanpa alasan, sebab hingga saat ini penyebaran Covid-19 di Ngawi masih menunjukan angka yang mengkhawtirkan terlebih memasuki masa lebaran.

“ini karena penyebaran virus Corona di Kabupaten Ngawi masih menunjukan angka yang mengkhawatirkan terutama jelang lebaran,” ungkap Wakil Bupati Ngawi, Senin (10/5/21).

Mas Antok sapaan Wakil Bupati Ngawi ini menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ngawi tidak melarang tempat wisata di Ngawi untuk tetap beroperasi. Namun Mas Antok menegaskan agar pengelola tempat wisata bisa memastikan pengunjung hanya warga lokal saja dan mendirikan posko Covid-19 di lokasi wisata.

“Keberadaan destinasi wisata tidak dilarang, namun perlu dicatat yang diperbolehkan hanya warga lokal saja. Kemudian kewajiban pengelola wisata agar mendirikan posko Covid-19 di lokasi,” ujar Orang Nomor Dua di Kabupaten Ngawi ini.

Sanksi bagi pengelola tempat wisata yang tidak mengindahkan prosedur pencegahan Covid-19 bisa berakibat dicabutnya izin operasi tempat wisata. Selain itu dikatakan Mas Antok agar persiapan prokes di destinasi wisata Ngawi harus disiapkan secara matang.

“Agar destinasi wisata tidak justeru menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Ngawi,” kata Mas Antok.

Sementara itu terkait larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah, dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi ini sangat membantu dalam membatasi pengunjung yang berasal dari luar daerah. Sebab pengunjung yang berasal dari luar daerah akan tersekat di tiga titik yang ada di Kabupaten Ngawi.

Ketiga titik itu berada di Exit tol Ngawi, Perbatasan Jawa Timur Jawa Tengah di Mantingan dan perbatasan Ngawi Bojonegoro di Banyu Urip. “Dengan adanya larangan mudik ini, sangat membantu kita dalam memerangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Lebih baik sejak awal kita mengantisipasi daripada terjadi lonjakan di akhir,” ujar Mas Antok. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...