Jumat
28 Agustus 2026 | 11 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tema Banyuwangi Etno Carnival Kali Ini, ‘Puter Kayun’

pdip-jatim-bec1

BANYUWANGI – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar pada Minggu (29/7/2018) mengangkat tema “Puter Kayun”. Ini adalah tradisi para leluhur warga Boyolangu Banyuwangi menaiki delman hias menuju Pantai Watu Dodol untuk menggelar selamatan pada hari kesepuluh bulan Syawal.

“Tema besar Puter Kayun ini lalu dipecah menjadi 10 sub tema yang dituangkan dalam 120 busana etnik. Setiap sub tema akan dibuatkan satu panggung  khusus di sepanjang rute. Jadi, penonton bisa mengeksplorasi setiap sub tema yang ditampilkan, bisa menjelajah satu panggung ke panggung lainnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tahun ini, BEC memberikan suasana baru bagi penonton. Mulai dari tema busana yang lebih beragam hingga konsep karnaval baru yang akan diperkenalkan. Selain itu, penampil BEC juga akan dihiasi peserta mancanegara.

Parade fesyen etnik BEC digelar mulai pukul 12.00 dengan titik start dari areal Taman Blambangan, Jalan Veteran. BEC yang telah ditetapkan sebagai ”Top 10 Calendar of  Event 2018” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini tampil lebih atraktif dibanding sebelumnya.

“BEC salah satu atraksi wisata budaya daerah yang dibalut dalam kemegahan karnaval modern. Tahun ke-delapan ini kami kemas lebih atraktif dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Anas.

Kemeriahan parade busana etnik kontemporer ini diwarnai penampilan istimewa. Sebanyak 35 wisatawan asing akan menjadi penampil BEC tahun ini, berasal dari Jerman, Australia, Kolombia, Turkmenistan, Rusia, Palestina, Tajikistan, Rwanda, Uganda  dan Hungaria.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M Yanuar Bramuda mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi wisatawan asing yang ingin  merasakan pengalaman tampil di ajang BEC lewat media sosial. Kesempatan ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat baik.

“Ada ratusan wisman yang mendaftar, tidak hanya mereka yang sedang berwisata di Banyuwangi tapi juga di daerah lain seperti Bali dan Surabaya. Lalu kami pilih 35 orang. Mereka akan mengenakan beragam busana khas Banyuwangi,” jelas Bramuda.

Salah satu yang terpilih adalah Anne Reina asal Jerman. Anne mengetahui informasi pagelaran BEC dari grup facebook Backpacking Indonesia.

Anne yang sedang melakukan perjalanan keliling Indonesia bersama sang suami sangat bersemangat ikut terlibat dalam even ini.

“Beruntungnya kami terpilih ikut di event ini. Apalagi kami sangat suka menikmati seni dan budaya lokal dari tempat-tempat yang kami datangi. Ini jadi pengalaman buat kami bisa dilibatkan di event budaya ini,” kata Anne.

BEC juga makin seru dengan penampilan 100 penari gandrung, sendratari, dan puluhan musisi Banyuwangi yang terkenal dengan lagu berbahasa Osing.

Para peserta BEC menempuh rute sepanjang 2 KM. Dimulai dari titik start di Taman Blambangan menuju titik finish Stadion Diponegoro di Jalan Jaksa Agung Suprapto.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...