oleh

‘Tebar Jala’-nya Gus Ipul-Mbak Puti Selaras dengan Program Jokowi

TULUNGAGUNG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung Supriyono mengatakan, program yang ditawarkan Cagub-cawagun Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno untuk memakmurkan wilayah selatan Jawa Timur bukan sekadar janji.

Menurut Supriyono, program tersebut sudah melalui kajian dan evaluasi yang mendalam serta melihat kekuatan APBD Jawa Timur.

Dia menilai, program-program yang ditawarkan duet cicit KH Bisri Syansuri dan cucu Bung Karno untuk wilayah selatan Jatim itu sangat tepat dan memang harus dilakukan.

Seperti program ‘Tebar Jala’, atau pusat ekonomi baru jalur selatan. Program tersebut, jelas Supriyono, akan menumbuhkan banyak pusat perekonomian baru untuk mengangkat kesenjangan ekonomi, khususnya antara kawasan utara dengan selatan Jawa Timur selama ini.

Apalagi, program tersebut juga menyambut program pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang kini sedang dikerjakan pemerintah Presiden Jokowi.

“Itu (program Tebar Jala) menyambung sekali, dulu JLS (Jalur Lintas Selatan) sempat mandek selama 10 tahun, namun sekarang pengerjaannya dilanjutkan. Lha itulah yang kini disambut Gus Ipul dan Mbak Puti untuk percepatan ekonomi di Jawa Timur khususnya kawasan selatan,” kata Supriyono, kemarin.

Bahkan, sambung dia, program ‘Tebar Jala’ itu juga sangat bersinergi dengan program ‘Seribu Dewi’ atau seribu desa wisata, yang juga ditawarkan untuk mengangkat potensi desa wisata.

Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti wilayah Tulungagung ini menyebut, kawasan selatan Jawa Timur memiliki potensi wisata yang sangat banyak.

Dia mencontohkan, untuk wilayah Tulungagung kini sudah ada 40 wisata, padahal sebelumnya hanya ada 5 pariwisata saja.

“Itu masih Tulungagung saja. Kalau kabupaten kota yang lain di kawasan selatan Jawa Timur jelas lebih banyak potensi pariwisata yang perlu diangkat. Jadi, saya kira program Gus Ipul dan Mbak Puti untuk mewujudkan pusat dan pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jatim akan nyata. Program infrastruktur Pak Jokowi disambut program itu,” ujar politisi yang juga Ketua DPRD Tulungagung itu. (goek)

rekening gotong royong