Tatib Sudah di-Dok, Bupati Maryoto Ingin Pilwabup Tulungagung Segera Digelar

Loading

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menginginkan pemilihan wakil bupati (pilwabup) dapat dilakukan secepatnya guna melengkapi pimpinan pemerintahan di Kabupaten Tulungagung.

“Meski tenggat waktu tidak ada, tapi kami berharap secepatnya ada pemilihan wakil bupati. Di pemerintahan daerah itu ada bupati dan wakil bupati,” kata Maryoto.

Harapan itu dia sampaikan, usai rapat paripurna DPRD Tulungagung dengan agenda Penetapan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 dan Penetapan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib Pemilihan Wakil Bupati Periode 2018-2023 di gedung DPRD Tulungagung, Rabu (30/6/2021).

Menurutnya, sejauh ini baru PDI Perjuangan yang telah menetapkan cawabupnya. Sedang Partai Nasdem yang juga tercatat sebagai partai pengusung masih belum ada kejelasan. “Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya,” tambah dia.

Kader PDI Perjuangan ini membeberkan jika sudah menyurati Partai Nasdem untuk menetapkan nama cawabup, namun hingga saat ini belum ada satu nama pun yang disampaikan.

Bahkan sampai surat kedua dilayangkan tetap belum ada nama. “Partai Nasdem masih verifikasi dan seleksi,” sebutnya.

Dia juga menegaskan, cawabup yang akan dipilih di DPRD Tulungagung harus dua orang. Ketentuan minimal dua cawabup tersebut sesuai perundangan yang berlaku saat ini.

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menyatakan lembaga DPRD kini telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pemilihan wakil bupati.

Apalagi saat ini sudah ditetapkan aturan Tata Tertib Pemilihan Wakil Bupati Tulungagung oleh DPRD Tulungagung.

“Sekarang kembali kepada partai pengusung. Kita tunggu saja prosesnya. Bupati pun kan sudah bersurat ke partai pengusung,” ujar Marsono yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini.

Sementara itu, mantan Ketua Pansus Tatib Pilwabup DPRD Tulungagung, Suprapto mengatakan, kini DPRD Tulungagung tinggal menunggu penerimaan calon yang didaftarkan partai pengusung ke dewan.

“Terkait penyerahannya kapan tidak ada batas waktu. Sejak 18 bulan dari kekosongan wakil bupati bisa dilakukan pemilihan wakil bupati,” papar kader Banteng ini. (atu/pr)