oleh

Survei SMRC, Elektabilitas Ahok-Djarot Meninggi

JAKARTA – Elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat mengungguli dua pasangan calon lainnya.

Hasil survei tingkat elektabilitas paslon yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kemarin menyebutkan, elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 34,8 persen.

Urutan kedua, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 26,4 persen, sedang Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni 22,5 persen. Sisanya 16,4 persen menjawab tidak tahu atau rahasia.

Survei ini dilakukan pada 14 Januari-22 Januari 2017 dengan tema “Debat dan Elektabilitas Paslon Pilkada DKI”.

Pemilihan efek debat sebagai topik survei ini karena penelitian dilakukan setelah debat perdana para pasangan calon yang diselenggarakan KPU Provinsi DKI Jakarta pada 13 Januari 2017.

SMRC membuat simulasi tiga pasangan calon gubernur dengan pertanyaan siapa yang akan dipilih bila Pilkada DKI Jakarta 2017 dilakukan pada masa survei.

“Dibanding Desember 2016, dukungan Ahok-Djarot dalam survei pasca debat ini naik sekitar 6 persen, Agus-Sylvi turun 8,3 persen dan Anies-Sandi naik 2 persen,” ujar Direktur SMRC Deni Irvani di Hotel Sari PAN Pacific, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2017).

Adapun pada bulan Desember 2016, elektabilitas dari Agus-Sylvi sebanyak 30,8 persen, Ahok-Djarot 28,8 persen, dan Anies-Sandi sebanyak 24,4 persen.

Berdasarkan hasil survei ini pilihan para pemilih dilandasi beberapa faktor, di antaranya sudah ada bukti nyata hasil kerja sebanyak 20,9 persen, tegas dan berwibawa sebanyak 15,4 persen, berpengalamanan di pemerintahan sebanyak 14,5 persen, dan pintar atau berpendidikan sebanyak 10,3 persen.

Dalam survei itu, sampel yang berhasil diwawancarai sebanyak 800 orang. Metode survei menggunakan stratified multistage random sampling.

Adapun data yang dianalisis hanya responden asli sebanyak 641 orang. Survei ini memiliki toleransi kesalahan kurang lebih 3,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dibiayai sendiri oleh SMRC.

Debat calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilkada DKI 2017 dinilai SMRC sangat berpengaruh terhadap elektabilitas ketiga pasangan calon. Apa pengaruhnya?

Menurut hasil survei SMRC pada 14-22 Januari 2017, 88% dari 800 responden beranggapan debat merupakan cara untuk mengetahui dan menilai program kerja calon adalah penting atau sangat penting.

Responden yang menyaksikan debat cagub-cawagub yang diselenggarakan oleh KPU DKI pada 13 Januari 2017 sebanyak 62% responden. Pasangan calon yang dinilai paling baik adalah Ahok-Djarot (44%), Anies-Sandi (27%), dan Agus-Sylvi (17%).

Dari responden yang menyaksikan debat itu, sebanyak 40,1% responden akan memilih Ahok-Djarot, 26% memilih Anies-Sandi, 21% memilih Agus-Sylvi.

“Paslon nomor 2 dianggap paling baik dari sisi penyampaian gagasan, program kerja, dan paling mengerti persoalan,” kata Deni Irvani. (goek)

rekening gotong royong