Kamis
02 Juli 2026 | 10 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Sumbangan Sekolah Tetap Dibutuhkan”

pdip jatim - Agustin Poliana1

pdip jatim - Agustin Poliana1SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, semua bentuk sumbangan atau pungutan untuk kegiatan sekolah, terutama yang tidak dianggarkan dalam Bopda dan BOS, tetap dibutuhkan. Sebab kegiatan-kegiatan sekolah itu sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan bagi siswa-siswi.

Menurut Agustin Poliana, selama ini praktik semacam itu sudah biasa dilakukan sekolah-sekolah di Surabaya. Sehingga pendidikan di Surabaya mengalami tren peningkatan yang cukup bagus.

“Pendidikan di Surabaya ini membanggakan. Pendidikannya bagus, sehingga banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Surabaya,” kata Titin, sapaan Agustin Poliana, Jumat (27/2/2015).

Politisi PDI Perjuangan itu berpendapat, pungutan sekolah perlu ada batasan. Kalau memang kegiatan yang dilakukan atas dana swasembada dari orang tua bertujuan baik, dia menilai hal itu bukan masalah. “Sepanjang orang tua secara sukarela mau membantu, saya kira tidak apa-apa,” tegasnya.

Pernyataan Titin ini untuk menyikapi keinginan pihak sekolah agar sumbangan sukarela diperbolehkan. Keinginan itu diungkapkan saat rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Surabaya. Sampai saat ini pihak sekolah masih trauma dengan kasus tangkap tangan atas dugaan pungutan liar (pungli) di SMA 15 Surabaya beberapa waktu lalu.

Dalam rapat dengan pendapat itu, Komite SMA Negeri 5 Surabaya Indra Wahyudi mengungkapkan, sejak sumbangan sukarela dari orang tua siswa dipermasalahkan, pengelola sekolah benar-benar hati-hati. Padahal, jelas Indra, segala bentuk sumbangan dari siswa selama ini dilakukan secara sukarela dan transparan.

“Negara tidak bisa merawat anak seperti orang tua sendiri. Masak semuanya serba gratis, gratis boleh tapi untuk warga miskin,” katanya.

Gara-gara trauma dengan kasus di SMAN 15, lanjut Indra, beberapa kegiatan ekstrakuler yang tidak memiliki anggaran biaya terpaksa ditiadakan. Bahkan, kegiatan yang benar-benar bisa menunjang prestasi gagal diselenggarakan lantaran harus memerlukan bantuan biaya dari orang tua siswa.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya M Ikhsan berharap tidak ingin kegiatan sekolah di Surabaya mengalami kemunduran. Kalau tidak ada kepastian soal pungutan yang diperbolehkan dan yang dilarang, pihaknya khawatir sekolah tidak akan bisa berkembang. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...
KRONIK

Kejurprov Voli Pasir U-17 2026 di Sumenep, Saatnya Atlet Muda Tunjukkan Kemampuan Terbaik

SUMENEP – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Voli Pasir U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, sebagai momentum strategi dalam ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi E DPRD Jatim Dorong Percepatan Renovasi GOR Velodrome Malang

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong percepatan renovasi GOR Velodrome Malang serta ...
PEMILU

Sinung Sudrajad: Pilkada Langsung Perkuat Legitimasi Pemerintahan Daerah

PDI Perjuangan Bondowoso menilai pilkada langsung memperkuat legitimasi pemerintahan daerah karena kepala daerah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Pembangunan KEK Pariwisata Tak Hanya Kejar Investasi, Hak Masyarakat Harus Dilindungi

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperbaiki tata kelola KEK Pariwisata agar tidak hanya ...
LEGISLATIF

Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Peternak, DPRD Jatim Siapkan Perda Tata Niaga Telur

Komisi B DPRD Jatim menyiapkan Perda Tata Niaga Telur untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus ...