Kamis
22 Oktober 2026 | 6 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sulitnya Mencari Kader Wanita Menurut Tjahjo Kumolo

pdip-jatim-mendagri-tjahjo-kumolo

JAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo mendorong agar partai politik tidak hanya memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan sebagai calon anggota legislatif (caleg). Partai politik, kata Tjahjo, juga harus memenuhi 30 persen pengurusnya perempuan.

“Secara prinsip kaukus perempuan yang duduk sebagai pengurus partai harus proaktif mendorong pimpinan partainya agar keterwakilan 30 persen tidak hanya tercermin di daftar caleg saja,” kata Tjahjo dalam ‎acara ‘Peningkatan Representasi Politik Perempuan di Parlemen Pada Pemiu 2019’ di Bidakara, Jakarta, kemarin.

Dia mengakui bahwa tidak mudah mencari perempuan untuk menjadi kader partai politik. Hal itu pernah dia rasakan saat menjabat sebagai Sekjen PDI Perjuangan.

“Karena tidak semua partai bisa loh, ini yang harus didorong. Saya sebagai Sekjen partai dulu mencari (kader) wanita juga sulit,” ujarnya

Pada kesempatan itu, Tjahjo juga mengatakan, upaya meningkatkan representasi politik perempuan di parlemen bukan perkara mudah.

Dia menyebut, ada beberapa tantangan dalam rangka peningkatan perwakilan perempuan di parlemen.

“‎Terbatasnya perempuan yang berkualitas dan memiliki kualifikasi dalam dunia politik. Misalnya leadership, organisasi, public speaking, lobying, mempengaruhi masa, dan sebagainya,”‎ sebutnya.

Selain itu, tambah Tjahjo, tantangan untuk meningkatkan representasi politik perempuan di parlemen adalah‎ rasa kurang percaya diri (kendala psikologis) untuk bersaing dengan laki-laki di dunia politik.

“Masih dominannya public image di komunitas perempuan bahwa perempuan memiliki banyak keterbatasan untuk berkiprah di dunia politik,” tuturnya.

Masih kata Tjahjo, ‎tantangan eksternal dalam upaya peningkatan reprsentasi politik perempuan di parlemen adalah adanya kendala kultural yang cenderung patriarkis (laki-laki minded) perempuan lebih cocok sebagai tiyang wingking yang mengikuti laki-laki.

Ada juga faktor kurang seriusnya kehendak politik (political will) penyelenggara negara terhadap peran serta perempuan dalam politik.

‎Seperti sikap aktor politik sebagian besar laki-laki yang under estimate terhadap kaum perempuan.‎

Juga, “Sikap media masa yang kurang advokatif terhadap potensi politik perempuan. ‎Sistem politik yang masih ‘setengah hati’ mengakomodir keterwakilan,” katanya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Gelar Cak dan Ning Surabaya Bisa Dicabut

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan gelar Cak dan Ning Surabaya dapat dicabut apabila pemegangnya ...
KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...