Selasa
01 September 2026 | 5 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Untari: Gus Dur Konsisten Jaga Nilai-nilai Kebhinekaan

pdip-jatim-untari-haul-gus-dur-261220-1

KOTA MALANG – Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek milik Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menggelar Haul ke-11 Gus Dur. Rangkaian acara peringatan antara lain, khataman Quran, tahlil, istighotsah dan puncaknya adalah pertunjukan wayang.

“Kita tahu Gus Dur suka wayang, dulu Islam masuk ke Jawa juga melalui dakwah lewat wayang,” kata Ketua Panitia Pelaksana Haul Gusdur, Zainul Fatoni, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Zainul, tradisi yang sudah mengakar kuat inilah yang menurutnya perlu diteruskan. Pagelaran wayang ini, tambahnya, cukup manjur untuk membawakan dakwah agama Islam. Cara ini yang dulu juga digunakan Gus Dur. 

“Sesuai dengan tema yang kita ambil hari ini adalah yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” lanjutnya.

Pagelaran wayang dengan dalang Ki Ardi Purbo Antono digelar terbatas, hanya 50 undangan yang berasal dari berbagai elemen masyarakat mulai dari lintas partai, tokoh masyarakat dan pemuda. Sedangkan masyarakat umum tetap bisa menikmati pagelaran ini melalui akun Youtube dan Facebook.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno yang diminta memberikan sambutan, menegaskan bahwa bangsa Indonesia patut bersyukur punya tokoh bangsa seperti Gus Gur. Menurutnya, Gus Dur yang mengajarkan toleransi pada semua agama dan golongan. 

“Kita bisa lihat bagaimana konsistensi Gus Dur menjaga nilai-nilai kebhinekaan. Keragaman kita dalam beragama. Terutama sekali, sikap kebhinekaan Gus dur sangat tampak dalam sikap-sikap politik kebangsaannya,” jelas Untari. 

Politisi asal Kota Malang yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur ini pun mengingatkan, bahwa wayang adalah media yang memberi pelajaran tentang tuntunan hidup melalui cerita keteladanan para tokoh-tokohnya. 

“Sunan Kalijaga, saya kira pemikir strategi dakwah yang ulung. Beliau menjadi pagelaran wayang sebagai media media dakwah. Karena wayanglah, kita bisa memahami dan menerima agama Islam tanpa harus membeda-bedakan apa suku dan ras kita,” pungkas Untari yang juga Ketua Umum Dekopin ini. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mbak Nia Kunjungi Stan MNV, Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi sejumlah stan pelaku usaha dalam ...
KABAR CABANG

Pelajar dan Mahasiswa di Lumajang Ikuti Lomba Pidato dan Baca Puisi di Kantor DPC PDI Perjuangan

LUMAJANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang diwarnai dengan ajang ...
LEGISLATIF

Lindungi Warga, DPRD Surabaya Minta Data Bantuan Fokus ke Daerah

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Pusat memberi kewenangan otonomi daerah dalam pengelolaan data ...
MILANGKORI

Hambeging Bumi, Ketika Hari Jadi Trenggalek Mengajak Warganya Kembali Bersahabat dengan Alam

Hari Jadi ke-832 Trenggalek mengusung tema Hambeging Bumi. Beragam kegiatan, dari kirab pusaka hingga menjaga ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026, Bupati Ngawi Sampaikan Pembangunan Jalan Poros Desa Hingga Mobil Damkar Baru

NGAWI – DPRD Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan ...
LEGISLATIF

Sektor Ekonomi Sumbang 66,9% PDRB Jatim, Komisi B Soroti Alokasi Anggaran Hanya 4,56%

SURABAYA — Kontribusi sektor-sektor perekonomian yang menjadi mitra Komisi B mencapai 66,9 persen terhadap Produk ...