oleh

Soal Yerusalem, Respon Jokowi Selaras dengan Pemikiran Bung Karno

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, respon cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menyikapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, selaras dengan pemikiran Proklamator Bung Karno.

“Dalam sidang OKI, Presiden Jokowi menyampaikan dua hal penting. Pertama, Presiden menegaskan bahwa masyarakat Indonesia menolak pengakuan sepihak Amerika Serikat soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kedua, Jokowi juga minta negara OKI membulatkan suara dan persatuan dalam membela Palestina,” kata TB Hasanuddin, kemarin.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, sikap Jokowi mengingatkan perjuangan Bung Karno yang secara konsisten mendukung kemerdekaan tanah Palestina.

Bahkan, dalam pidato Bung Karno tahun 1962 disebutkan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina maka selama itulah Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.

“Korelasinya pidato Bung Karno dengan sikap Presiden Jokowi adalah konsistensi dalam membela Palestina sebagai bangsa yang tertindas,” katanya.

Inisiasi Presiden Jokowi untuk melaksanakan sidang darurat OKI dan sidang darurat Majelis Umum PBB menjadi cerminan bahwa Indonesia mencari solusi agar Palestina bisa terbebas dari penindasan Israel.

“Sikap Presiden Jokowi juga sesuai dengan aspirasi rakyat Indonesia, dan karenanya patut didukung,” tegas dia.

Oleh karena itu, dia berharap kunjungan Jokowi ke Turki dalam rangka sidang OKI ini akan memberikan manfaat nyata bagi upaya perdamaian dunia, khususnya penyelesaian sengketa antara Israel dan Palestina,” jelas TB Hasanuddin.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengajukan enam poin usulan sikap negara-negara anggota OKI terhadap langkah AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral (AS) tersebut. Two state solution merupakan satu-satunya solusi dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina,” kata Jokowi di KTT Luar Biasa OKI, Istanbul, Turki, kemarin.

Kedua, Jokowi mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv untuk tidak mengikuti langkah AS memindahkannya ke Yerusalem.

Ketiga, OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina untuk segera melaksanakannya.

Keempat, Presiden Jokowi menyerukan sejumlah negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk meninjau kembali hubungan diplomatik tersebut. Menurut Jokowi, hal itu sesuai dengan sejumlah resolusi OKI sebelumnya.

“Kelima, anggota OKI harus mengambil langkah bersama dalam hal meningkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama ekonomi terhadap Palestina,” ujar Jokowi.

Terakhir, presiden juga berharap OKI menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina. Hal itu termasuk di Majelis Umum Dewan Keamanan PBB. (goek)