Soal ‘Tabok’, Sekjen PDIP: Itu Teguran Halus Agar Fitnah dan Hoax Tak Dilakukan

 51 pembaca

BANDUNG BARAT – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut istilah ‘tabok’ yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan teguran halus. Istilah ini digunakan Jokowi terkait penyebaran hoax.

“Jadi kalau Pak Jokowi menyampaikan hal tersebut, ya ini untuk mengingatkan sebagai pemimpin bangsa beliau punya tanggung jawab juga untuk membangun peradaban kita. Itu kan suatu teguran ya sebenarnya masih kategori halus ya untuk mengingatkan agar berbagai fitnah dan hoax itu sebenarnya tidak perlu dilakukan lagi,” ujar Hasto di sela kegiatan safari kebangsaan PDIP di Bandung Barat, kemarin.

Pernyataan Jokowi disebut Hasto hanya kiasan. Hasto lantas membandingkan dengan zaman orde baru.

“Kalau di zaman orde baru kan itu wah itu bukan hanya ditabok tapi sudah diculik, dimasukkan penjara. Pak Jokowi itu kan cuma kiasan lah, kiasan dari seorang yang protes yang juga mengingatkan kata kata seprti itu agar ini menjadi cambuk untuk kita semuanya untuk mengedepankan hal yang positif,” sambungnya.

Hasto yang juga Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin berharap Pilpres tak diisi hal negatif seperti fitnah. Hasto mengajak untuk berlomba program masing-masing.

“Beliau sebagai presiden juga ingin menyampaikan bahwa politik itu harus ditunjukkan dengan hal-hal positif, sehingga dengan kerja nyata. Ya mari kita berlomba-lomba dengan itu. Nggak usahlah kemudian menggunakan berbagai upaya untuk memfitnah,” katanya.

Sementara itu, polisi menangkap JD, orang yang diduga menyebarkan fitnah Presiden Joko Widodo adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Merespons itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa proses hukum bagi JD itu adalah bentuk “tabok”. Sebelumnya Jokowi mengungkapkan keinginan menabok orang yang menudingnya anggota PKI.

“Ya itu yang namanya menabok, ya itu, menabok dengan proses hukum,” ujar Jokowi saat di Bandar Udara Raden Inten II Bandar Lampung, kemarin.

Jokowi pun mengingatkan bagi masyarakat, khususnya pengguna media sosial untuk berhati-hati dalam. Jangan sekali-sekali memuat postingan kabar bohong, fitnah dan sebagainya yang bisa merugikan orang lain.

“Jadi hati-hatilah dengan fitnah, membuat hoaks, hati-hati. Tabok itu ya proses hukum tadi,” ujar Jokowi.

JD adalah admin akun media sosial, antara lain suararakyat23, suararakyat23id, suararakyat23ind, sr23.official, sr23official, sr23_official, suararakyat23_ind dan srct_dta.

Melalui akun-akun tersebut, JD menyebarkan berita bohong, pornografi, dan ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras, dan golongan (SARA). Salah satunya adalah menyebutkan bahwa Jokowi PKI. (goek)