Jumat
07 Agustus 2026 | 12 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Fasum, Dewan Surabaya Desak Pemkot Tegakkan Perda

pdip-jatim-syaifuddin-zuhri-01
pdip-jatim-syaifuddin-zuhri-01

Belum adanya kejelasan soal penyerahan fasum, maupun fasilitas sosial (fasos) oleh sebagian besar pengembang ini, juga dinilai berpotensi menciptakan ‘negara di dalam negara’. Pasalnya, pengembang bisa berbuat ‘semaunya’ di lahan fasum di wilayahnya.

”Kami lihat masih banyak fasum yang dikelola pengembang dijadikan lahan bisnis. Padahal, mestinya itu serahkan ke Pemkot Surabaya. Ini adalah bagian dari kewajiban mereka karena membangun investasi di kota ini,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, kemarin.

Komisi C menengarai, praktik tersebut masih terjadi karena pemkot setengah hati dalam menegakkan perda. Yakni Perda Nomor 7/2010 tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Pada Kawasan Industri, Perdagangan, Perumahan dan Pemukiman.

Menurut Syaifuddin, banyak pengembang yang nyata-nyata tidak menyerahkan fasilitas umum dan fasilitas sosial kepada pemkot. Di sisi lain, Pemkot Surabaya terkesan membiarkan praktik ini terjadi, sehingga aturan yang ada menjadi sia-sia.

”Ini kan aneh, wong perda sudah ada. Bahkan Perwali Nomor75/2012 tentang Tata Cara Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Pada Kawasan Industri, Perdagangan, Perumahan dan Permukiman Kepada Pemerintah Daerah, juga sudah diterbitkan,” ujar legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Pengelolaan fasum di milik pengembang, sebut Kaji Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin, seharusnya sudah menjadi wewenang Pemkot Surabaya secara penuh. Yakni sejak surat keterangan rencana kota (SKRK) dikeluarkan pemkot, dan diterima oleh pengembang.

Yang terjadi saat ini, ungkapnya, pemkot masih menunggu proses serah terima dari pengembang. Sementara, selama belum diserhkan ke pemkot, lahan-lahan fasum tadi banyak yang dimanfaatkan untuk bisnis lain.

“Mestinya tidak boleh terjadi lagi. Karena itu, harus ditertibkan dan ditata ulang. Jika tidak, pengembang akan berbuat seenaknya di lahan fasum,” ungkapnya.

Dia menilai, saat ini posisi pemerintah kota lemah dibanding pengembang, jika menyangkut persoalan fasum. Seperti bangunan reklame di lahan fasum, yang tak tersentuh pemerintah kota, baik pajak maupun IMB reklame.

”Kalau ini dibiarkan, lantas Pemkot Surabaya dianggap apa? Mereka ini kan bernaung di wilayah hukum Kota Surabaya, harusnya patuh dan tunduk dengan aturan yang sudah digulirkan, apalagi bentuknya sudah perda dan perwali,” imbuh dia.

Persoalan fasum ini diseriusi Komisi C karena masuk ke wilayah penataan ruang, dan konsistensi penatagunaan lahan. Apalagi, banyak pengaduan terkait fasum yang masuk ke Komisi C, tidak bisa diselesaikan karena dewan tidak punya data bukti serah terima fasum dari pengembang ke Pemkot Surabaya.

Oleh karena itu, Komisi C mengagendakan pemanggilan stakeholder terkait dan seluruh pengembang di wilayah hukum Kota Surabaya untuk rapat dengar pendapat. Komisi bidang pembangunan ini perlu mengundang mereka untuk mengingatkan, sosialisasi, sekaligus sebagai langkah penertiban lahan fasum. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Silaturahmi dengan Keluarga Besar MAN Sumenep, Hj. Ansari: Suara Para Guru Sangat Penting

SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, pada ...
EKSEKUTIF

Tekan Timbulan Sampah ke TPA Benowo, Eri Cahyadi Wajibkan ASN Pilah Sampah dari Rumah

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Peran Penting P2K2, Ajak Keluarga Prioritaskan Pendidikan Anak

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mengatakan bahwa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga ...
SEMENTARA ITU...

Mas Dhito Beri Beasiswa dan Peralatan Las untuk Peraih Emas LKS Nasional 2026

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi dan peralatan las kepada Moh. ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Targetkan Komisi Disabilitas Pertama di Indonesia Terbentuk Agustus 2026

DPRD Jawa Timur menargetkan pembentukan Komisi Disabilitas pertama di Indonesia melalui penyelesaian Raperda ...
PEREMPUAN

PWI Gresik Nobatkan Nila Yani Jadi Tokoh Inspiratif Penggerak UMKM

GRESIK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gresik-Lamongan, Nila Yani Hardiyanti dikenal sebagai wakil rakyat yang ...