Rabu
04 November 2026 | 1 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMA/SMK Dikelola Pemprov, Risma Tingkatkan Kesejahteraan Guru SD dan SMP

pdip-jatim-risma-tri

SURABAYA – Alokasi anggaran Rp 200 miliar untuk pengembangan SMA/SMK di Surabaya akan digeser untuk SD dan SMP. Pemkot Surabaya juga akan menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, akan menggunakan anggarannya SMA/SMK tahun depan. “Kita kembalikan untuk SD dan SMP tahun depan. Kemarin kan ada SMA, SD-SMP berbagi tapi sekarang SD-SMP bisa lebih cepat lagi,” kata Risma, Senin (21/8/2017).

Risma juga berencana menambah kesejahteraan guru. Namun, pihaknya belum tahu dalam bentuk apa yang akan diberikan pada guru SD dan SMP di Surabaya.

“Saya berencana untuk kesejahteraan guru. Kita masih hitung berapa kemampuan kita, tidak tahu bentuknya apa tapi sesuai aturan,” ujarnya.

Penambahan fasilitas dan merger SD dan SMP, sebut Risma, terus dilakukan karena minimnya tenaga guru di Surabaya.

“Kita usahakan yang berdekatan merger lalu lahan yang berdekatan untuk lapangan. Kita buat 3 lantai, SMP juga begitu,” ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Risma juga menegaskan tidak bisa mengcover anggaran bantuan sosial (Bansos) untuk anak SMA/SMK yang berpotensi putus sekolah. Sebab, kewenangan SMA/SMK dikelola Pemerintah Provinsi Jatim.

“Nggak bisa, aku nggak berani. Kejaksaan ngomong tidak bisa, ini melanggar kalau Pemkot Surabaya memaksa memasukkan bantuan,” ujarnya.

Pihaknya tidak ingin terjebak pada kekeliruan penganggaran yang berujung urusan hukum. Pemkot akan mentaati aturan pemerintah pusat terkait pengelolaan SMA/SMK yang sekarang ini dikelola penuh Pemprov Jatim.

Selama ini pihaknya tetap menampung keluhan masyarakat terkait kebutuhan pendidikan anak SMA/SMK di Surabaya. Keluhan yang ditampung telah dikirimkan ke Guberbur Jatim dan presiden.

Beberapa keluhan telah mendapat jawaban dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo melalui surat resmi. Tapi, Risma belum mengetahui mekanisme bantuan bagi anak Surabaya untuk pendidikan SMA/SMK itu.

“Sudah ada jawaban dari Pak Gubernur, tapi saya belum tahu teknis realisasinya. Selama ini saya tetap mendata kalau ada keluhan aku kirimkan ke Pak Gubernur dan Pak Presiden,” ungkapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...