oleh

Sinergi NU-Nasionalis Bisa Cegah Ancaman Terhadap Pancasila

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

KEDIRI — Pentingnya sinergi Islam-Nasionalis menjadi topik diskusi saat Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah bersilaturahmi dengan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso, Kec Mojo, Kediri, KH Zainuddin Jazuli, Kamis (7/9/2017) malam.

Basarah menyampaikan, selain minta masukan, pertimbangan, dan aspirasi soal Pilkada Jatim, hal penting yang ditekankan adalah soal bagaimana menyikapi ancaman terhadap ideologi Pancasila yang belakangan ini mulai muncul.

“Kami meyakini, dengan beriringan antara Nasionalis-Islam, antara PDI Perjuangan dan Nahdliyin dapat bahu-membahu dalam mengatasi ancaman ideologi bangsa dengan baik,” kata Basarah.

Pesan penting lain yang juga disampaikan Basarah yakni soal masih terus dilakukannya propaganda dan fitnah terhadap Bung Karno, PDI Perjuangan, dan juga terhadap Presiden Jokowi. Fitnah tersebut dikaitkan dengan PKI dan komunisme.

“Yang sebut Bung Karno komunis dan PDI Perjuangan komunis adalah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tuduhan Itu tidak benar sama sekali, fitnah yang amat keji. Mohon para Kiai NU juga membantu untuk meluruskan, kami mohon pak kiai jangan diam saja kalau Bung Karno dibilang komunis karena Bung Karno sejatinya adalah seorang santri,” harap Basarah.

Sementara, Kiai Zainuddin mengatakan, dalam segala hal di Indonesia, khususnya di mana kemerdekaan juga merupakan hasil dari kerja sama kaum kebangsaan dan golongan agama, ketika ada kebersamaan akan membuahkan hal yang luar biasa.

Terlebih ketika hubungan dan sinergi itu terjadi antara nasionalis dan NU atau dalam hal ini PDI Perjuangan dan Nahdliyin.

“Marhaen dan Nahdliyin kalau bersama sama pasti adem. Itu keinginan banyak orang sudah dari dulu,” ujarnya.

Terkait dengan ancaman ideologi, KH Zainuddin juga menyampaikan apresiasinya karena PDI Perjuangan dan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Ini bisa dijadikan payung hukum untuk menindak setiap upaya perongrongan terhadap ideologi bangsa.

Dalam diskusi itu juga dibahas mengenai agenda politik Pilkada Serentak 2018, yang salah satunya Pilgub Jawa Timur. Basarah ditugaskan khusus oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk sowan ke sejumlah kiai sepuh NU di Jatim.

Kiai Zainuddin berpendapt, di momentum Pilkada Jawa Timur 2018, di mana PDI Perjuangan punya keinginan kuat untuk bersama-sama dengan NU, itu menjadi hal yang sangat menggembirakan.

“Sekarang mudah-mudahan kelakon. Kami sudah minta Gus Imin (Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar) untuk mencalonkan Gus Ipul. Apalagi ketika PDI Perjuangan juga bisa menyetujui calon yang diusung NU,” kata KH Zainuddin. (goek)

rekening gotong royong