Senin
05 Oktober 2026 | 11 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sidak Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Ini Pesan Ning Kaka

pdip-jatim-khusnul-khotimah-170321-2
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah.

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah inspeksi mendadak pelaksanaan vaksinasi ke anak-anak usia 6-11 tahun. Di hari pertama vaksinasi anak 6-11 tahun, dia melakukan sidak di SDN Gading 1 dan SDN Tambaksari 1 dan SDN Tambaksari 3.

“Hasilnya untuk sidak di SDN Tambaksari berjalan lancar, tertib dan berjalan dengan baik. Tidak ada antrean panjang dan bergerombol,” ungkap Khusnul di Surabaya, Kamis (16/12/2021).

Menurutnya, tertibnya vaksinasi di SDN Tambaksari karena sebelumnya pihak sekolah telah menjadwal para siswa yang akan divaksin.

Contohnya, untuk siswa kelas 1 dan kelas 2 pada pukul 08.00-09.00 WIB. Sedangkan siswa kelas 3 dan kelas 4 pada pukul 09.00-10.00 WIB, dan begitu seterusnya.

Untuk itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini minta pihak sekolah yang belum mendapat giliran vaksin agar menyiapkan jadwal vaksin untuk siswanya. Agar tidak terjadi penumpukan dan berebut ingin divaksin duluan.

Yang sangat penting lagi, lanjut Ning Kaka, sapaan akrabnya, para orangtua harus mengawasi putra-putrinya yang sudah divaksin.

Jika terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), orangtua segera melapor ke pihak sekolah, agar bisa secepatnya diteruskan ke dinas kesehatan.

“Ini sangat penting. Jika ada KIPI, orang tua harus melapor ke pihak sekolah seperti ke wali kelasnya. Supaya wali kelas segera melaporkan ke kepala sekolah, dilanjut ke dinas pendidikan dan diteruskan ke dinas kesehatan atau puskesmas. Karena vaksinasi ini dilaksanakan atas kerjasama dinas kesehatan dan dinas pendidikan,” jelasnya.

Sesuai data yang diperolehnya, dari total 227.224 anak, jumlah anak yang paling banyak divaksin di usia 6 tahun. Jumlahnya mencapai 40.400 anak.

Lalu usia 7 tahun 39.712 anak, usia 8 tahun 38.675 anak, usia 9 tahun 37.372 anak, usia 10 tahun 36.036 anak dan usia 11 tahun 35.029 anak.

Vaksinasi untuk anak-anak ini, imbuh Ning Kaka, adalah sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya kekebalan komunal.

“Setelah anak-anak SD ini divaksin, pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai. Jika sudah divaksin, saya berharap tidak ada lagi rasa was-was yang menyeliputi orang tua. Karena kekebalan komunal sudah terbentuk di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Desa Terdampak Kekeringan, Warga: Sangat Berarti

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memantau langsung bantuan air bersih kepada masyarakat yang ...
KRONIK

Fatmawati Trophy 2026: Merawat Kesederhanaan Fatmawati Lewat Karya Budaya Jawa Timur

SURABAYA — Sebuah kebaya tidak selalu sekadar bicara tentang kain, motif, atau potongan busana. Di baliknya bisa ...
KRONIK

Di Brau, Secangkir Susu dan Seekor Anak Sapi Menjadi Cerita tentang Ekonomi Kerakyatan

BATU – Biasanya doorprize festival berupa sepeda, peralatan elektronik, atau voucher belanja. Namun Festival Nyusu ...
HEADLINE

Fatmawati Trophy 2026, Jatim Bawa Kearifan Lokal ke Panggung Nasional

Jawa Timur menyiapkan Banyuwangi, Kota Batu dan Trenggalek untuk Fatmawati Trophy 2026. Tak hanya desain, cerita ...
SEMENTARA ITU...

Haornas di Trenggalek, Doding Ajak Warga Jalan Sehat Sambil Jaga Lingkungan

TRENGGALEK – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kabupaten Trenggalek tidak hanya menjadi momentum ...
LEGISLATIF

Deni Dorong Pemprov Jatim Bangun Basis Data Pasar Tradisional untuk Tepatkan Intervensi

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Deni Wicaksono mendorong Pemprov Jatim menyusun ...