Serap Aspirasi Akar Rumput, PDIP Gelar Konfercab

Loading

JAKARTA – PDI Perjuangan bakal menggelar konferensi cabang (konfercab) di masing-masing kabupaten/kota se-Indonesia. Usai konfercab, dilanjutkan pelaksanaan konferensi daerah (konferda) oleh semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di tiap provinsi.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, konfercab dan konferda dilaksanakan sebelum Kongres V yang akan berlangsung di Bali, Agustus depan.

Hasto mengatakan konferensi tersebut bertujuan menyerap aspirasi para kader partainya di level akar rumput. Dengan demikian, kata Hasto, nantinya Kongres V bisa menghasilkan keputusan yang mewakili seluruh harapan kader.

“Sebelum kongres akan ada konferensi cabang di tingkat kabupaten kota dan konferensi daerah di tingkat provinsi. Itu adalah menyerap proses aspirasi peserta,” kata Hasto, usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Hasto menambahkan, peserta konferensi cabang menjangkau hingga pengurus di tingkat anak cabang (kecamatan). Karena itu, ia memastikan konferensi cabang akan mampu menampung aspirasi semua kader.

“Jadi pancaindera politik itu menyerap seluruh aspirasi masyarakat dan membangun kepemimpinan partai agar bersama memperebutkan masa depan untuk bangsa dan negara,” lanjut dia.

Soal Kongres V lebih awal, sebut Hasto, hal itu untuk mensinkronkan agenda politik nasional dengan partai. Sedianya, Kongres V dilaksanakan pada tahun 2020.

Namun, karena hendak mensinkronkan agenda nasional dan partai, Kongres V dipercepat. Oleh karena itu, Hasto mengatakan fokus Rakernas IV adalah untuk mempersiapkan pelaksanaan Kongres V di Bali pada Agustus mendatang.

“Ini waktunya kan sangat singkat karena kami ingin mendahului agenda pemerintahan negara dengan melakukan konsolidasi. (Sesuai) dengan posisi politik PDIP sebagai partai yang berada dalam pemerintahan,” ujar Hasto.

Ia menambahkan konsolidasi agenda pemerintahan dan partai penting untuk mendukung program pemerintahan ke depan. Apalagi, kata Hasto, pemerintahan Jokowi di periode kedua sudah mencanangkan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ini kan juga sangat ditentukan oleh bagaimana nanti Menteri Pendidikan, Menteri Riset dan Teknologi itu menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya. (goek)