Sabtu
01 Agustus 2026 | 9 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seperti Ini, Saksi yang Disiapkan PDIP Untuk Pemilu Serentak 2019

pdip-jatim-djarot-hasto

PANGANDARAN – Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) 2019 berlangsung bersamaan.

PDI Perjuangan menyiapkan tiga orang saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk menghadapi pemilu serentak tersebut.

“Jadi memang harus tiga orang saksi. Sekarang bayangin kalau cuma satu dan dua, itu mereka jam 07.00 sampai jam 01.00 pagi tidak akan mampu,” kata Djarot, saat Safar Kebangsaan PDIP di Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/11/2018).

Dengan perhitungan waktu penghitungan yang cukup lama, ucap Djarot, maka diperlukan tiga saksi untuk mengawal satu TPS. Hal itu juga untuk mencegah potensi kecurangan pada saat penghitungan suara.

Djarot meminta para pengurus ranting merekrut saksi yang tegas dan berani. Sebab kecurangan kerap terjadi saat perhitungan suara sehingga saksi yang telah disiapkan dapat melawan jika terjadi hal tersebut.

“Saya suka saksi PDIP bawel, cerewet, bukan saksi yang kalau perhitungan tidur. Tapi yang cerewet kalau dicurangi cari saksi yang kita latih, yang kita didik terutama yang berani,” jelasnya.

“Kalau nggak berani, minggir. Berarti saksi yang kita taruh di TPS adalah saksi yang loyal, ikhlas, disiplin,” tambah dia.

Nantinya tiga saksi itu diatur secara bergantian saat berjaga. Saksi yang berjaga terakhir diutamakan saksi yang paling kuat lantaran perhitungan suara terakhir membutuhkan tenaga dan akan menjadi pertarungan yang kuat.

Saksi-saksi yang disiapkan oleh partai, tambah Djarot, juga merupakan kader berpengalaman yang sudah pernah menjalankan peran serupa di pesta demokrasi sebelum-sebelumnya sehingga tidak diragukan kualitasnya.

Mantan Wali Kota Blitar dua periode ini menjelaskan, 50 persen biaya saksi ditanggung calon anggota legislatif DPRD tingkat dua. Sedangkat untuk caleg tingkat provinsi 30 persen, dan caleg DPR RI 20 persen.

“Semakin ke atas makin kecil, karena kan’ jumlah Caleg tingkat II lebih banyak. Kalau DPR kan’ satu dapil (daerah pemilihan) cuma sepuluh. Makanya gotong royongnya begitu, biar adil,” terang Djarot. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musran dan Musranran se-Kecamatan Tanggunggunung Sukses, Teguhkan Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal ...
KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...