Rabu
14 Januari 2026 | 4 : 37

Seni Tradisional Bisa Angkat Ekonomi Usaha Kecil Menengah

pdip-jatim-kusnadi-jolotundo

MOJOKERTO – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi mengatakan, upaya melestarikan kesenian tradisional bisa membantu pemerintah dalam upaya mengangkat perekonomian masyarakat kecil menengah.

Menurut Kusnadi, kesenian tradisional yang hidup di tengah-tengah masyarakat, bisa jadi pertunjukan menarik bagi wisatawan. Sebab, atraksi kesenian tradisional yang dikemas sedemikian rupa, bisa dijadikan salah satu obyek wisata bagi suatu daerah, selain obyek wisata alamnya.

Dia mencontohkan kesenian tradisional Bantengan, atraksi Ujung, dan pencak silat yang ada di Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto, bisa jadi tontonan menarik bagi wisatawan, baik yang datang dari Mojokerto, maupun yang dari luar daerah.

Adanya obyek wisata, baik kesenian tradisional, maupun tempat wisata di suatu daerah, sebutnya, tentu akan berimbas kepada warung-warung di sekitarnya.

“Warung-warung itu, baik yang menjual makanan maupun cenderamata, pasti akan hidup dan berkembang, karena ada pembelinya. Nah, inilah yang harus dikolaborasikan, bagaimana obyek wisata jadi menarik sehingga banyak dikunjungi masyarakat, yang akhirnya juga berdampak positif bagi warung-warung sebagai usaha mikro kecil menengah (UMKM),” kata Kusnadi.

Upaya melestarikan kesenian tradisional ini, lanjut Pak Kus, sapaan akrab Kusnadi, juga sejalan dengan kebijakan Pemprov Jatim yang sedang menggalakkan sektor perekonomian skala UMKM.

Langkah pemprov menggalakkan UMKM ini, jelas Kusnadi, bukan tanpa maksud. “Saat krisis ekonomi yang berkali-kali terjadi di negara kita, yang mampu bertahan tetap eksis dari krisis ekonomi adalah usaha-usaha kecil menengah,” terang pria yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim ini.

Salah satu upaya pemprov menggalakkan UMKM, ungkap Pak Kus, adalah nguri-uri kesenian tradisional sebagai jati diri bangsa yang bersifat adiluhung.

Baca juga: Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Jatim Bakal Gelar Festival Seni

Acara syukuran ditandai makan tumpeng bersama itu dimeriahkan penampilan atraksi Bantengan, pencak silat, dan Ujung. Pertunjukan ini menarik warga setempat dan pengunjung wisata Candi Jolotundo yang kebetulan melintas di jalan dekat lokasi acara.

Sebelum ke Jolotundo, Pak Kus mengunjungi Desa Pecalukan, di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Di desa dekat kawasan wisata Kakek Bodo, Tretes, ini, Kusnadi juga menyaksikan atraksi seni Bantengan serta seni beladiri tradisional. (goek)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Terkait Sistem Pilkada, Puan Maharani Pastikan Tetap Buka Komunikasi dengan Seluruh Fraksi di DPR

JAKARTA – PDI Perjuangan menolak sistem pilkada melalui DPRD. Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan ...
LEGISLATIF

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan, Eddy Paripurna Sebut Koordinasi Lintas Sektor Sangat Penting

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah provinsi (Pemprov) terus menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

Soal Pilkada, Widarto: PDI Perjuangan Berkomitmen Jaga Kedaulatan Rakyat!

JEMBER – “Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berkomitmen menjaga kedaulatan rakyat!”. Demikian pernyataan Ketua ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Laporan Kepada Rakyat

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan menyampaikan “Laporan Kepada Rakyat Tahun 2025” sebagai bentuk ...
KABAR CABANG

Dirikan Rumah Budaya, Rindu Rikat: Wujud Kontribusi PDIP dalam Pengembangan Seni Budaya Daerah

KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kota Kediri berusaha mewujudkan komitmen memajukan seni dan budaya lokal sebagai bagian ...
KRONIK

Kalender Event 2026 Digelar di 27 Kecamatan, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan 110 kegiatan dalam Kalender Event 2026. ...