oleh

Senapati Nusantara Minta Pemkab Sumenep Berdayakan Empu Keris

-Berita Terkini, Kronik-12 kali dibaca

SUMENEP – Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara), Hasto Kristiyanto minta Pemkab Sumenep memberdayakan ratusan perajin keris (empu) yang ada di daerahnya.

Menurut Hasto, keris dan para perajinnya itu adalah aset dan potensi ekonomi yang luar biasa jika diberdayakan secara maksimal.

“Saat ini, keris adalah karya budaya yang berdimensi ekonomi kreatif dan produktif,” kata Hasto, Jumat (11/8/2017) saat menghadiri kegiatan yang digagas pengurus Senapati Nusantara, yakni Senapati Nusantara Award 2017 serta pameran dan bursa keris.

Sesuai data di Pemkab Sumenep, saat ini terdapat 648 perajin keris di wilayah setempat dan terbanyak di Indonesia.

Hasto yang Sekjen PDI Perjuangan ini pun minta Pemkab Sumenep memberdayakan ratusan empu keris setempat agar bisa eksis dan terus memproduksi karya agung warisan budaya adiluhung tersebut.

Apalagi, keris yang diproduksi perajin di Sumenep telah diakui komunitas internasional dan banyak diminati warga di luar negeri.

“Tosan aji asal Sumenep (keris) itu banyak dimiliki warga di luar negeri, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Berbanggalah Sumenep yang produknya diakui oleh warga di luar negeri,” ujarnya.

Untuk pengembangan keris di Sumenep, pemkab berencana membuat showroom pusaka keris. Hal itu bertujuan memberikan kesempatan kepada para empu setempat untuk menunjukkan karyanya.

Para perajin pun minta Senopati Nusantara membantu mempermudah izin penjualan keris asal Sumenep ke luar daerah.

”Senopati Nusantara memang bertujuan untuk advokasi. Kami ingin keris dari Sumenep dan Indonesia umumnya terkenal hingga seluruh pelosok dunia,” ujar Hasto.

Untuk menjaga keberadaan peninggalan sejarah itu, Senopati Nusantara juga berencana membuat penelitian mengenai keris. Tidak terkecuali di Kabupaten Sumenep. Entah dari sejarahnya, pemasarannya, atau membuat penelitian lintas sektor.

Pemkab Sumenep pun telah berusaha mengubah persepsi senjata tajam yang melekat pada keris. Menurut Bupati Sumenep A. Busyro Karim, pihaknya ingin keris tidak lagi dikenal sebagai senjata tajam yang dilarang dibawa ke mana-mana.

“Kami ingin keris ini dianggap sebagai pusaka yang menunjukkan kebanggaan si pemilik,” terang Busyro Karim.

Menurut Busyro, pemkab telah mengeluarkan izin kepemilikan keris melalui dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora).

Dia berharap, dengan adanya surat tersebut, keris akan kembali eksis sebagai pusaka yang melambangkan kebenaran dan perbuatan jujur.

Selain penghargaan, Senopati Nusantara Award juga diramaikan Pameran Pusaka. Pameran tersebut diikuti 222 paguyuban keris, Tosan Aji se-Indonesia, dan 11 paguyuban keris di Kabupaten Sumenep. (goek)

rekening gotong royong