Senin
25 Mei 2026 | 10 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekolah Tatap Muka di Gresik Dimulai Senin Lusa

pdip-jatim-gresik-ptm-170421-b
Bupati Gresik Gus Yani bersama Forkopimda usai rapat evaluasi kesiapan PTM, Jumat (16/4/2021).

GRESIK – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Gresik resmi dimulai lusa, Senin (19/4/2021). Proses belajar mengajar diawali dengan ujian sekolah untuk siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, PTM merujuk pada Perbup 50 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran tatap muka di masa transisi menuju tatanan normal baru.

“Sementara tingkat TK, Paud dan Kelompok Belajar masih dalam tahap evaluasi mendalam,” kata Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani, usai evaluasi kesiapan PTM Bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan instansi terkait, kemarin.

Gus Yani berharap, peraturan pelaksanaan PTM disesuaikan dengan kondisi Gresik. Misalnya, tentang larangan siswa naik kendaraan umum. Kemudian guru yang berasal dari luar Gresik dilarang mengajar sampai kondisinya dipastikan aman. “Protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” pesannya.

Pada pelaksanaan PTM pertama ini, disesuaikan dengan kapasitas murid. Jika lebih dari 25 orang, jam belajar bisa dibagi menjadi dua sesi. Namun jika jumlah siswa di bawah itu dapat diselenggarakan dalam sehari.

“Masih ada sekolah yang belum siap melengkapi sarana prasarana untuk PTM, kami meminta pihak diknas untuk mendampingi. Sekolah yang belum siap tersebut tetap memulai pembelajaran tatap muka didampingi oleh pihak diknas,” pinta Gus Yani.

Dewan Mendukung

Pelaksanaan PTM terbatas di Gresik mendapat dukungan dari kalangan dewan. Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Noto Utomo, misalnya, yang mendukung PTM dimulai pada lusa itu. Hanya saja, Noto Utomo mewanti-wanti pelaksanaan PTM sesuai dengan aturan yang ada.

“Kami sangat setuju dan mendukung PTM dilakukan, tapi dengan pengawasan protokol ketat,” ujar Noto Utomo kepada reporter website ini, Sabtu (17/4/2021) .

Pria yang juga tercatat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Gresik ini menyebut, semua pihak harus ikut mengawasi pelaksanaan PTM. Mulai Dinas Kesehatan, Polisi, TNI dan masyarakat. “Terutama para orang tua dan gurunya, proses juga harus diutamakan,” pungkasnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...
KRONIK

Hadapi Ancaman El Nino dan Degradasi Sosial, Wiwin Sumrambah Desak Penguatan Kemandirian Warga

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi sosial ...
KRONIK

Harlah Muslimat NU, Bupati Ipuk: Gotong Royong Kunci Keberhasilan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah ...