oleh

Seknas Jokowi Nilai 5 Program Gus Ipul-Mbak Puti Rasional dan Logis

-Berita Terkini-14 kali dibaca

SURABAYA – Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Kabupaten Jember Sapto Raharjanto menilai, lima janji kerja yang disusun calon gubernur-calon wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno rasional dan logis.

Lima program kerja Gus Ipul-Puti seperti Dik Dilan (Pendidikan Gratis Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun Untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), Madrasah Diniyah Berkelanjutan dinilai Seknas merupakan wujud komitmen Provinsi Jawa Timur lebih baik.

“Ini perwujudan kongkrit dari semangat mewujudkan provinsi Jawa Timur yang berdaulat, berdikari dan bermartabat, kita apresiasi akan hal itu,” ungkap Sapto Raharjanto, kemarin.

Menurut Sapto, Program Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera) dan Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan) merupakan representasi dari semangat membangun Indonesia dari pinggiran.

Program ini diharapkan bisa menciptakan kemandirian ekonomi serta sebagai roda penggerak bagi sektor-sektor strategis ekonomi kerakyatan yang berada di desa-desa dan daerah-daerah pesisir.

Sedangkan program Dik Dilan (Pendidikan Gratis Berkelanjutan) dan program Madrasah Diniyah plus berkelanjutan dinilai sebagai sebuah program kerja brilian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Jatim.

“Nantinya kami harapkan agar juga diadakan penataan kembali kurikulum pendidikan dengan mengedepankan aspek pendidikan agama, budi pekerti, Pendidikan Moral Pancasila, Sejarah kebangsaan, nilai nilai patriotisme dan Kebhinekaan di dalam kurikulum pendidikan di Jatim,” terang Sapto.

Sedangkan Program Satria Madura (Satu Triliun Untuk Madura) menurut Sapto Raharjanto adalah merupakan sebuah bentuk perhatian khusus dari pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti. Ini sekaligus komitmen untuk memajukan Pulau Madura.

Dia  menegaskan, Seknas Jokowi berkomitmen memenangkan Gus Ipul Puti. Tidak hanya pelibatan masyarakat di akar rumput, namun juga para petani, buruh, PKL, serta komunitas lainnya. (goek)

rekening gotong royong