oleh

Sekjen PDIP Wanti-wanti Cakada Tak Terjebak Permainan Investor Politik

PADANG – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mewanti-wanti para calon kepala daerah (cakada), untuk tidak terjebak dalam permainan kotor para investor politik.

Di masa seperti sekarang, kata Hasto, investor politik banyak berkeliaran dan mengimingi para calon dengan suntikan modal untuk kampanye. Menurut dia, biasanya yang dipilih adalah calon dengan elektabilitas tinggi, yang peluang menangnya besar.

“Setelah dana diberikan, dan calon tersebut dipilih, lalu investor politik itu mulai menggerogoti pemerintahan. Terutama soal pengaturan proyek,” kata Hasto, saat bertemu pimpinan media di Padang, Selasa (19/9/2017).

Keberadaan investor politik, jelas Hasto, sebenarnya merupakan jebakan bagi kepala daerah. Mau tidak mau, atau dengan alasan balas budi, kepala daerah akhirnya terpaksa mengikuti kemauan sang investor.

Jika itu terjadi, sebut Hasto, kepala daerah sama saja menggali lubang sendiri. Menurutnya, ikut permainan investor politik, ancamannya berbahaya.

“Karena itu, para calon kepala daerah, terutama yang diusung dan didukung PDI Perjuangan, diminta hati-jati. PDI Perjuangan secara tegas menolak keberadaan investor politik,” tegasnya.

Untuk menghindari jebakan investor politik, terang dia, PDI Perjuangan jauh-jauh hari sudah membuat sekolah bagi calon kepala daerahnya. Sekolah ini dinilai penting untuk melahirkan pemimpin visioner yang merakyat.

Sekolah calon kepala daerah menjadi bukti keseriusan PDI Perjuangan di dalam menyiapkan pemimpin. “Materi berkaitan dengan strategi pemenangan Pilkada dengan kekuatan gotong royong, tata pemerintahan yang baik, kebijakan pemerintahan pro rakyat, termasuk politik anggaran untuk rakyat,” kata Hasto.

Peserta juga diberikan materi berkaitan dengan tata pemerintahan anti korupsi sebagai cermin wajah etika kekuasaan yang membangun peradaban. “PDI Perjuangan konsisten memerangi korupsi. Di tubuh partai, jelas digariskan, siapa yang terbukti melakukan korupsi diberi sanksi tegas. Kami mengedepankan pencegahan dengan cara edukasi dan membangun sistem yang terbuka,” tegasnya.

Sejumlah politisi, termasuk kepala daerah yang dianggap berhasil, didapuk sebagai pemateri. Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan keseluruhan konsepsi pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tersebut.

Hasto menerangkan, dengan diadakannya sekolah calon kepala daerah, PDIP berupaya terus melakukan pembenahan dan menjawab kritik yang diberikan ke partai melalui langkah-langkah perbaikan.

“Pemateri bukan hanya dari internal partai, tapi juga dari luar. Seperti Ridwan Kamil, pernah diundang sebagai pemateri karena dianggap sebagai kepala daerah yang berhasil,” lanjut Hasto. (goek)

rekening gotong royong