oleh

Sekjen PDIP: Pemahaman Ekonomi Jokowi Jauh Lebih Baik Ketimbang Sandiaga

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) siap dengan segala cara untuk menangkis ‘serangan’ isu ekonomi yang bakal dilakukan kubu Prabowo-Sandiaga.

Menurut Hasto, pemahaman ekonomi Sandiaga Uno, pasangan dari Prabowo, hanya terbatas di tingkat korporasi, sehingga sangat tidak layak bila dibandingkan dengan Joko Widodo (Jokowi).

Oleh karena itu, pihaknya meyakini kalau kubu lawan menggunakan isu ekonomi untuk merendahkan elektabilitas Jokowi, maka KIK sudah memiliki beragam cara untuk menangkisnya.

“Tapi kemudian kalau dibandingkan dengan pasangan Pak Prabowo (Sandiaga Uno -red), justru kan skala ekonominya masih level korporasi. Jadi kami yakin,” kata Hasto kepada wartawan di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Hasto menjelaskan, masalah ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi kian mengalami perbaikan. Salah satunya yaitu, menekan angka inflasi kemiskinan di Tanah Air.

“Jadi kami siap karena Pak Jokowi skalanya nasional bahkan internasional. Karena dalam situasi yang sangat dinamis beliau masih memimpin negara dalam arah perkembangan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada sembilan dasar yang digunakan Jokowi untuk membangun perekonomian lebih meningkat. Dari sana maka akan tercipta sebuah pelayanan masyarakat yang baik

“Ada 9 fundamen yang diciptakan pak Jokowi dengan baik termasuk juga pelayanan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, PDI Perjuangan meyakini, figur Jawa yang melekat baik pada Jokowi maupun Ma’ruf Amin, tidak mempengaruhi pemilih luar Jawa. Apalagi selama menjabat Presiden, Jokowi banyak menorehkan keberhasilan yang dirasakan khususnya masyarakat di luar Jawa.

“Jokowi itu Presiden Republik Indonesia selama 4 tahun lebih. Karena Presiden RI, maka beliau mewakili seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya rakyat Jawa. Di luar Pulau Jawa, seperti Papua dan Indonesia Timur lainnya, Aceh juga, merasakan kehadiran Pak Jokowi melalui pembangunan nasional yang dia bawa,” jelas Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (12/8/2018).

Joko Widodo maupun pasangannya, Ma’ruf Amin sama-sama berasal dari Pulau Jawa. Basarah sama sekali tidak khawatir itu bakal menjadi celah yang dapat menyebabkan penurunan suara pasangan yang didukung sembilan partai politik tersebut. (goek)