Kamis
23 Juli 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekjen PDIP: Gus Ipul-Puti Kompak dan Impresif saat Debat Akhir

pdip-jatim-gusti-debat-akhir1

SURABAYA – Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan sangat puas dengan penampilan Calon Gubernur Saifullah Yusuf dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno saat debat Pilgub Jatim putaran akhir.

Dia mengikuti debat ke-3 Pilkada Jatim yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya itu melalui tayangan televisi, di Kantor DPD PDIP Jawa Timur, Jalan Kendangsari Industri 57, Sabtu (23/6/2018).

“Sangat membanggakan kami. Gus Ipul santun, tapi tajam dan tepat. Membawa spirit leluhurnya, para ulama NU, yang merestui maju. Dan, Mbak Puti membawa spirit Bung Karno, yang menegaskan komitmen kerakyatan,” kata Hasto.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan, PKB, PKS dan Gerindra itu, jelas Hasto, menunjukkan kualitas figur yang kompeten untuk memimpin Jawa Timur, mengayomi, namun rendah hati.

“Gus Ipul dan Mbak Puti tampil impresif. Namun keduanya jauh dari kesan haus kekuasaan. Di akhir debat, Gus Ipul dan Mbak Puti justru berdoa untuk kedamaian Jawa Timur, dengan membangun rasa peseduluran,” ujarnya.

Kompaknya Gus Ipul-Puti, tambah Hasto, sejak awal debat hingga akhir, berbeda dengan Khofifah-Emil.

“Di akhir debat, Cagub Khofifah mengambil semua waktu untuk menumpahkan pernyataan. Sedang Emil tidak diberi waktu. Bandingkan dengan Gus Ipul-Mbak Puti yang kompak membagi waktu,” terang dia.

Sedang Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah, yang menunggui di forum debat, juga sangat terkagum dengan penampilan Gus Ipul-Puti Guntur.

“Gus Ipul-Mbak Puti sangat mengesankan. Semua isu dikuasai dan dijabarkan dengan gamblang. Memakai bahasa yang dimengerti rakyat,” kata Basarah.

Politisi yang juga Wakil Ketua MPR RI ini juga heran, tempat duduk Gus Ipul-Puti kebetulan tepat di bawah lukisan Bung Karno dan Bung Hatta, dwi tunggal Proklamator Republik Indonesia.

“Di akhir debat, Mbak Puti mengolah posisi di bawah lukisan Bung Karno itu untuk menyampaikan pesan leadership dengan baik, yakni menjadi pelayan rakyat,” kata Basarah.

Hasto menambahkan, Gus Ipul-Puti praktis tidak tampil menyerang, tetapi fokus pada gagasan-gagasan pemerintahan. “Bandingkan dengan Khofifah-Emil, yang beberapa kali menyerang. Dan, Gus Ipul-Mbak Puti menanggapi dengan cool,” ujar Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...
KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...