Minggu
18 Oktober 2026 | 8 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sebut Covid-19 Musuh Bersama, Puan Serukan Solidaritas Internasional

pdip-jatim-puan-210420

JAKARTA – Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani menyerukan kerja sama internasional dalam menangani pandemi virus Corona (Covid-19). Seruan ini khususnya dia tujukan kepada para anggota parlemen dunia

“Kita para wakil rakyat mendapat panggilan kemanusiaan untuk membantu rakyat kita, dengan menghadirkan solusi yang nyata dalam menangani pandemi Covid-19 beserta dampak sosial ekonominya,” kata Puan dalam pidato berbahasa Inggris.

Pidato itu dia sampaikan dalam pembukaan diskusi panel bertajuk Internasional Cooperation To Defeat Covid-19 yang diselenggarakan secara virtual oleh Badan Kerjasama Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Selasa (21/4/2020).

Diskusi panel yang diikuti seluruh parlemen dunia anggota Komite Kerjasama Antar-parlemen ini menghadirkan para pembicara kunci. Di antaranya Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB Untuk Asia Pasifik (UN ESCAP) Prof Dr Armida Alisjahbana, dan Perwakilan WHO Indonesia Dr. Navaratnasamy Paranietharan.

Peserta diskusi panel juga mendengarkan pengalaman Korea Selatan dalam menangani pandemi virus Corona yang disampaikan Kim Jin Pyo, Kepala Komite Khusus Coronavirus Majelis Nasional Korea Selatan .

Puan menyatakan, panggilan kemanusiaan bangsa-bangsa dalam melawan Covid-19 bisa dimulai dengan mengaktifkan semangat kekeluargaan bangsa-bangsa seperti semangat yang diutarakan 75 tahun lalu oleh Presiden pertama RI Soekarno.

Menurut Puan, dunia memang sedang menjalani physical distancing, tapi jangan sampai terjadi nations distancing atau antar bangsa menjaga jarak. “Justru yang dibutuhkan dunia saat ini adalah nations uniting atau bangsa-bangsa bersatu untuk melawan musuh bersama kita yaitu Covid-19,” tegas cucu Bung Karno ini.

Puan menegaskan kembali pernyataannya ketika berbicara di depan Grup Kerjasama Bilateral Dengan Parlemen Negara Sahabat di Jakarta Februari lalu. Intinya, Covid-19 bukanlah persoalan atau tanggungjawab satu atau dua negara melainkan persoalan yang perlu diselesaikan bersama-sama oleh semua masyarakat dunia.

“Dan hari ini kita melihat bahwa lebih dari 200 negara sedang berjuang melawan pandemi Covid-19. Semua negara menghadapi situasi sulit baik dari sisi keselamatan dan kesehatan manusia, dampak perekonomian, dampak sosial, dan juga kesejahteraan masyarakat,” papar Puan.

Karena itu, dia berharap diskusi panel yang diselenggarkan BKSAP DPR ini dapat menjadi salah satu akselerator terjadinya gotong royong dunia, termasuk gotong royong parlemen-parlemen dunia dalam melawan Covid-19.

“Mari kita bertukar informasi, data, pengalaman, dan praktik terbaik untuk menghadirkan solusi nyata dalam menyelamatkan rakyat dunia dari virus Corona,” pungkas legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...
KRONIK

Masuk Sekolah Partai, Gen Z Jatim Ungkap Sisi Seru PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tiga kader Generasi Z (Gen Z) membagikan pengalaman pertamanya terjun ke dunia politik saat mengikuti ...
KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...