Minggu
17 Mei 2026 | 10 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SDN Alun-Alun Contong, Saksi Sejarah Ayahanda Bung Karno Mengajar di Surabaya

pdip-jatim-220612-sd-alun-alun-contong-1

SURABAYA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alun-Alun Contong, di belakang Kantor Gubernur Jawa Timur, menjadi saksi sejarah bahwa ayahanda Presiden pertama RI Ir. Soekarno, yakni Soekemi Sosrodihardjo pernah mengajar di sekolah dasar pribumi tersebut pada 1901.

Soekemi yang semula menjadi guru sekolah dasar pribumi di Singaraja, Bali, menerima surat pindah tugas ke Surabaya dari pemerintah kolonial Belanda. Di Surabaya, Soekemi mengajar di sekolah dasar pribumi yang lokasinya di Jalan Sulung Sekolahan No 1 tersebut.

Dia bersama istrinya, Ida Ayu Nyoman Rai, tinggal di rumah kecil Pandean Gang IV No. 40. Jaraknya sekitar 2 kilometer dengan SDN Alun-Alun Contong.

Pada 6 Juni 1901, di rumah itu, Ida Ayu Nyoman Rai melahirkan bayi laki-laki ketika fajar matahari merekah.

Jabang bayi itu diberi nama Koesno, lalu berganti nama Soekarno. Di kemudian hari, Soekarno menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia, juga terkenal dengan sebutan “Putra Sang Fajar”.

Beberapa waktu lalu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono berkunjung ke SDN Alun-Alun Contong. Dia disambut Plt. Kepala Sekolah Eddy Santoso, serta para guru.

“Selamat datang di sekolah kami,” kata Eddy Santoso, didampingi pengawas sekolah Tri Wahyuningsih dan para guru.

Dalam kunjungannya itu, Adi ditemani Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono. Lantas, Eddy serta para guru menceritakan hal ikhwal sekolah itu, yang menjadi bagian penting dari rekonstruksi sejarah dan napak tilas Bung Karno dengan Kota Pahlawan ini.

“Pak Soekemi, ayahanda Bapak Soekarno, sempat mengajar di sekolah ini tahun 1901. Kemudian berpindah tugas mengajar ke daerah lain,” beber Eddy.

Menurut Dian Nur’ani, guru kelas 4, SDN Alun-Alun Contong dulunya di zaman pemerintahan Belanda bernama Inslandzhe School Soeloeng atau sekolah khusus pribumi di Sulung.

Inslandzhe School Soeloeng diresmikan 20 Desember 1900 dan dibuka oleh Asisten Residern Kontroler. “Itu menurut catatan arsip Belanda,” kata Dian.

“Kemudian berubah nama menjadi HIS (Hollandsch Islandsche School) No. 1 Pollackstraat (Soeloeng) pada tahun 1914,” terang Dian bersama guru Dwi Asmara.

Dian menjelaskan, dalam buku Roslan Abdulgani yang juga dilahirkan di Peneleh, pun menyebutkan Soekemi Sosrodihardjo mengajar di sekolah itu, sebelum dan setelah Soekarno lahir.

“Di buku Pak Roeslan juga diceritakan Pak Soekemi pernah mengajar di sekolah kami,” kata Dian.

Roeslan Abdulgani atau akrab dipanggil Cak Roes adalah politisi dan pejuang Surabaya. Di era Presiden Soekarno memimpin, almarhum tercatat menjabat menteri luar negeri 1956-1957, lalu menteri penerangan 1963-1964.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya 2002-2010, Bambang DH menceritakan bahwa Roeslan Abdulgani menegaskan fakta, Bung Karno lahir di Surabaya. “Bukan di Blitar,” kata Bambang DH.

Roeslan memang dikenal salah satu sahabat Bung Karno. Sebagai arek Peneleh, Roeslan Abdulgani juga punya kenangan dengan SDN Alun-Alun Contong. Dia tercatat menjadi siswa di sekolah itu, 1921-1928, sewaktu bernama HIS Soeloeng.

Eddy Santoso menunjukkan prasasti di dinding, tertanggal 21 Desember 1997, ditandatangani Roeslan Abdulgani. Di situ dituliskan pengakuan Roeslan, yang pernah belajar di sekolah itu.

Sekarang, SDN Alun-Alun Contong sudah ditetapkan bangunan cagar budaya sesuai SK Walikota No. 188.45/242/436.1.2/2014 tertanggal 28 April tahun 2014.

Sekolah itu merawat dengan baik artefak-artefak sejarah, yang disimpan dan dipajang dalam satu ruang kelas. Seperti foto-foto masa lalu, papan tulis lipat, buku-buku zaman Belanda hingga piala-piala tempo dulu.

Pihak sekolah juga menyulap tembok dengan lukisan-lukisan perjuangan bangsa seperti pertempuran 10 Nopember 1945 yang dihadapi arek-arek Suroboyo dengan gagah berani. Pada beberapa bangunan kelas, masih diperkuat ornamen kayunya masih asli.

“Kami mengembangkan kurikulum lokal sejarah. Agar anak-anak paham dengan sejarah bangsanya. Terutama tokoh-tokoh pahlawan dari Surabaya. Bung Karno kan lahir di Surabaya,” kata Dian.

“Ke depannya, kami ingin ruangan ini sebagai laboratorium sejarah dan bisa sebagai destinasi wisata sejarah. Karena sekolah kami memiliki ciri khas. Sekolah tempat Bapak Soekemi, ayahanda Bapak Soekarno, mengajar di Surabaya,” ujarnya.

“Dan, alumni sekolah kami di antaranya Bapak Roeslan Abdulghani, yang pernah menjabat menteri luar negeri di era Presiden Soekarno,” timpal Dwi Asmara.

Terpampang foto ketika Roslan Abdulgani kecil dan angkatannya belajar di sekolah itu. Ada juga foto-foto Presiden Soekarno, foto Bung Karno dengan Pak Soekemi.

Juga foto kunjungan Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5, bersama Roeslan Abdulgani ke SDN Alun-Alun Contong.

Adi Sutarwijono terkagum-kagum dengan upaya-upaya para guru dan Kepala SDN Alun-Alun Contong dalam merawat artefak-artefak sejarah.

“Ini cara kreatif untuk memasukkan kurikulum lokal pada pengajaran sejarah bagi para siswa. Dengan tampilan semua ini, para siswa bisa dibantu untuk cepat memahami sejarah,” kata Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya tersebut, kepada media ini, Minggu (12/6/2022) . (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Rangkul Minoritas, PDI Perjuangan Sampang, Perkuat Identitas Rumah Kebangsaan

SAMPANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memberi apresiasi tinggi terhadap langkah DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
KABAR CABANG

Sinung Optimistis Target 8 Kursi DPRD untuk PDIP Bondowoso di 2029 Bukan Hal Mustahil

Sinung Sudrajad optimistis target delapan kursi DPRD untuk PDIP Bondowoso pada Pemilu 2029 bukan hal mustahil. ...
KABAR CABANG

Ketika Singo Ulung Menari di Acara Banteng: Warna Budaya dalam Pelantikan PAC PDIP Bondowoso

Tari Pesona Budaya Jawa Timur meriahkan pelantikan PAC PDI Perjuangan Bondowoso dengan perpaduan budaya lokal dan ...
KABAR CABANG

PDIP Bondowoso Ditarget Tambah Kursi pada Pemilu 2029, Konsolidasi hingga Anak Ranting Digenjot

PDI Perjuangan Bondowoso ditargetkan menambah kursi legislatif pada Pemilu 2029 melalui konsolidasi partai dan ...
KABAR CABANG

Performa Kesenian Pencak Silat Warnai Kemeriahan Pelantikan PAC Se-Kabupaten Magetan

​MAGETAN – Prosesi pelantikan 198 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Magetan berlangsung megah ...
KABAR CABANG

Dari Posko Bambu 1999 ke Ruang Belajar Gratis: Jalan Politik Seorang Anak Desa di Jember

Kisah Budi Hariyanto, kader muda PDIP Jember yang terinspirasi posko bambu Pemilu 1999 hingga menggagas bimbingan ...