Rabu
14 Oktober 2026 | 8 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sarung Tenun Gresik Makin Diminati Pasar Timur Tengah

pdip-jatim-040521-sarung-tenun-gresik-a

GRESIK – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melepas ekspor sarung tenun dari Desa Wedani Kecamatan Cerme ke timur tengah, Selasa (4/5/2021). Ekspor kedua ke negara-negara di Timur Tengah ini diharapkan semakin membuka lebar kran ekspor sarung tenun songket Gresik.

Pelepasan ekspor tersebut ditandai dengan pemecahan kendi pada kendaraan pengangkut, oleh Bu Min (Aminatun Habibah) dan istri Bupati, Ning Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani.

Aminatun Habibah yang pada pilkada setahun lalu diusung PDI Perjuangan ini mengatakan, sejak pandemi perekonomian masyarakat sempat terpuruk. Pihaknya berharap UMKM sarung Desa Wedani bisa berinovasi.

“Semoga dengan ekspor sarung Wedani dapat membuka kran ekspor semakin besar dan pada akhirnya dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Bu Min.

Pihaknya sangat mendukung agar ekspor sarung di Gresik bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kualitas sarung produksi Wedani ini sangat bagus. Saya sudah melihat proses pembuatannya. Hasilnya sungguh sangat luar biasa,” imbuh Bu Min.

Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto mengatakan, ekspor ini bukan yang pertama. Pada awal Januari 2021 lalu sarung Wedani Cerme Gresik sudah melakukan ekspor.

“Pada Januari lalu kami sudah pernah memfasilitasi ekspor sarung wedani ke beberapa negara timur tengah,” kata Bier Budy.

Pihaknya berharap, ekspor kedua kali ini semakin membuka pasar ekspor baru dan sarung wedani Cerme Gresik semakin di kenal di manca negara.

Sebelum pelepasan ekspor, Ceo PT Kakean Primanda Indonesia Achmad Nur Hasyim Hamada saat pemaparan menyatakan, bahwa pada jaman dulu Gresik sudah terkenal dengan hasil tenun songket.

Produksi tenun songket, kata dia, hasilnya lebih menguntungkan secara ekonomis karena harganya bisa mencapai puluhan juta.

“Hasil tenun songket Gresik kami temukan di museum di Belanda dan tertulis pada sejarah tenun dan tekstil. Tapi sejak seratus tahun terakhir songket Gresik sudah tidak ada lagi. Kami berharap para pengrajin tenun di Gresik untuk meng-uri-uri Kembali agar tenun songket Gresik bisa berjaya lagi,” katanya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...