Sabtu
29 Agustus 2026 | 7 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sarung Tenun Gresik Makin Diminati Pasar Timur Tengah

pdip-jatim-040521-sarung-tenun-gresik-a

GRESIK – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melepas ekspor sarung tenun dari Desa Wedani Kecamatan Cerme ke timur tengah, Selasa (4/5/2021). Ekspor kedua ke negara-negara di Timur Tengah ini diharapkan semakin membuka lebar kran ekspor sarung tenun songket Gresik.

Pelepasan ekspor tersebut ditandai dengan pemecahan kendi pada kendaraan pengangkut, oleh Bu Min (Aminatun Habibah) dan istri Bupati, Ning Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani.

Aminatun Habibah yang pada pilkada setahun lalu diusung PDI Perjuangan ini mengatakan, sejak pandemi perekonomian masyarakat sempat terpuruk. Pihaknya berharap UMKM sarung Desa Wedani bisa berinovasi.

“Semoga dengan ekspor sarung Wedani dapat membuka kran ekspor semakin besar dan pada akhirnya dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Bu Min.

Pihaknya sangat mendukung agar ekspor sarung di Gresik bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kualitas sarung produksi Wedani ini sangat bagus. Saya sudah melihat proses pembuatannya. Hasilnya sungguh sangat luar biasa,” imbuh Bu Min.

Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto mengatakan, ekspor ini bukan yang pertama. Pada awal Januari 2021 lalu sarung Wedani Cerme Gresik sudah melakukan ekspor.

“Pada Januari lalu kami sudah pernah memfasilitasi ekspor sarung wedani ke beberapa negara timur tengah,” kata Bier Budy.

Pihaknya berharap, ekspor kedua kali ini semakin membuka pasar ekspor baru dan sarung wedani Cerme Gresik semakin di kenal di manca negara.

Sebelum pelepasan ekspor, Ceo PT Kakean Primanda Indonesia Achmad Nur Hasyim Hamada saat pemaparan menyatakan, bahwa pada jaman dulu Gresik sudah terkenal dengan hasil tenun songket.

Produksi tenun songket, kata dia, hasilnya lebih menguntungkan secara ekonomis karena harganya bisa mencapai puluhan juta.

“Hasil tenun songket Gresik kami temukan di museum di Belanda dan tertulis pada sejarah tenun dan tekstil. Tapi sejak seratus tahun terakhir songket Gresik sudah tidak ada lagi. Kami berharap para pengrajin tenun di Gresik untuk meng-uri-uri Kembali agar tenun songket Gresik bisa berjaya lagi,” katanya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...
KRONIK

Posko Baguna Berbagi Ratusan Kotak Makanan untuk Muktamirin dan Warga

JOMBANG – Ratusan kotak makanan dan minuman dibagikan relawan Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI ...
KRONIK

Warga Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

GRESIK – Kepedulian Kabupaten Gresik terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan dengan ...
KRONIK

Sunyoto Gelar Reses di Badegan, Warga Usul Infrastruktur Jalan dan Talud Jadi Prioritas Utama

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunyoto, menggelar reses di kediamannya, Desa ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Pastikan Pilkades Jember 2027 Gratis bagi Calon

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memastikan calon kepala desa tidak dibebani biaya dalam Pemilihan Kepala ...