Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Djarot Bernostalgia di Makam Bung Karno

pdip-jatim-hasto-djarot-makam-bk

BLITAR – Di sela acara ziarah makam Bung Karno di Kota Blitar, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat sempat melihat-lihat kios suvenir dan meninjau lapangan parkir di area komplek makam Presiden pertama RI tersebut.

Bupati Blitar Riyanto dan Plt Wali Kota Blitar Santoso juga mengiringi Hasto dan Djarot selama mengunjungi lapak pedagang, serta lapangan parkir di komplek makam Bung Karno.

Mayoritas pedagang di sana menjual baju dan celana dengan motif Bung Karno. Selain itu, ada juga baju dan celana yang bertuliskan kalimat bersejarah yang pernah diucapkan Bung Karno.

Djarot pun sempat bernostalgia di sana. Sebab saat menjabat sebagai Wali Kota Blitar, dibangun lapangan parkir sekaligus kios tempat berjualan para pedagang.

Dulunya, kata Djarot, lokasi itu adalah kantor kecamatan sebelum akhirnya kantor itu dipindah untuk kepentingan lapangan parkir.

“Dulu tempat ini adalah kantor kecamatan. Lalu saya pindah kantornya supaya tempat ini menjadi lahan parkir sekaligus pedagang ditata berjualan di dalam kios,” ungkap Djarot di lokasi, kemarin.

Lapangan parkir itu, jelas Djarot, juga dipercantik dengan sejumlah pohon-pohon yang ditanam dengan teratur. Beberapa pohon di antaranya adalah pohon Trembesi.

Namun, jarak antara lapangan parkir ke lokasi makam Bung Karno tak jauh, yaitu sekitar 500 meter. Meski masyarakat dapat berjalan kaki, namun disediakan juga becak bagi masyarakat yang enggan berjalan kaki, dengan ongkos Rp 15 ribu.

“Jadi kalau warga bilang Bung Karno ‘menghidupi’, ya memang benar. Bung Karno memang secara fisik sudah wafat, tapi betul-betul bisa menghidupi warga Blitar raya. Karena setiap tahun bisa jutaan orang datang ke Blitar,” tuturnya.

Djarot kembali bercerita saat pertama kali menjabat sebagai wali kota pada tahun 2000, makam Bung Karno sempat ditutup dengan kaca tebal tahan peluru. Kaca itu kemudian dibongkar olehnya supaya masyarakat dapat melihat makam Bung Karno lebih dekat.

Selain membenahi kompleks makam, di masa kepemimpinannya ia juga membenahi beberapa kawasan lain seperti Istana Gebang. Pusat Kerajinan dan UKM juga dibangun di sana.

“Di Blitar tak ada demo buruh karena semua berwiraswasta. Inilah wiraswasta yang dihidupi Bung Karno. Saya bangga dengan Blitar. Ekonomi kerakyatan tumbuh pesat dan di sini mampu mensuplai 30 persen telur nasional,” ujarnya.

Bahkan, kata Djarot, kini berbagai tradisi kebudayaan Jawa, yang menyatukan seluruh sejarah peradaban Singosari, Majapahit, hingga Mataraman berkembang dengan baik.

“Gerak kebudayaan ini menggelorakan kembali kebanggaan sebagai bangsa yang bermartabat dan berkepribadian karena tradisi kebudayaannya,” kata Hasto menambahkan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...