Selasa
21 Juli 2026 | 10 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rugikan Petani, Wabup Irwan Minta Pansus Tindak Tegas Distributor-Kios Nakal

PDIP-Jatim-Wabup-Irwan-06102022

BONDOWOSO – Kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di Bondowoso beberapa bulan terakhir membuat Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat, meminta Panitia Khusus (Pansus) kelangkaan pupuk dan penyelewengan harga pupuk bersubsidi, yang dibentuk DPRD Bondowoso bertindak tegas. Ia juga meminta oknum distributor dan kios yang terbukti melakukan penyelewangan pupuk bersubsidi diseret ke pengadilan.

Wabup Irwan juga menegaskan, keberadaan Pansus yang dibentuk oleh DPRD ini jangan sekadar menangani pada tataran rekomendasi dan memberikan solusi penanganan kelangkaan penyelewengan harga pupuk bersubsidi dan pencabutan izin distributor dan kios.

Pansus dari DPRD tersebut harus berani menyeret oknum-oknum yang terbukti melakukan praktik penyelewengan pupuk bersubsidi ke ranah pengadilan dan diproses secara hukum.

Menurut Irwan, akibat ulah permainan kotor oknum distributor dan kios nakal telah menyebabkan masyarakat, khususnya petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, bahkan membeli Pupuk mahal tak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Hasil Pansus DPRD nanti bukan sekadar distribusinya pupuk supaya lancar, tapi harus menindak oknum-oknum yang selama ini membuat carut-marut tata niaga pupuk bersubsidi,” ujar Wabup Irwan, Rabu (5/10/2022).

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga meminta agar Komisi Pengawas Pupuk (KP3) melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi di Bondowoso, agar persoalan kelangkaan pupuk yang telah terjadi selama berbulan-bulan ini bisa segera terselesaikan.

“Khusus untuk kawan-kawan di KP3, mereka harus inten mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi, mulai dari pabrik atau produsen, distributor, kios, dan bahkan pada petani, agar laporannya dapat dipertanggungjawabkan, sehingga ke depan tidak ada lagi petani menjerit akibat sulitnya mendapatkan pupuk,” terangnya.

Irwan juga menghimbau, agar KP3 harus membuat aplikasi pendistribusian pupuk berbasis digital yang bisa dipantau oleh seluruh masyarakat di Bondowoso, sehingga transparan dan mempersempit permainan pendistribusian pupuk bersubsidi. Selain itu, lanjut Irwan, memudahkan petani dapat mengakses jumlah hak pupuk bersubsidinya di kios.

“Terhadap kios juga bisa dipantau dalam memberikan laporan kepada distributor, dan laporan distributor ke produsen juga dapat dipantau, sehingga dapat diketahui dan dipantau, semisal bukan sekadar laporan-laporan rekayasa,” tutupnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...