Rabu
08 Juli 2026 | 9 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Warga Surabaya Tidak Peduli Dolar Naik

pdip jatim - risma resmikan sentra pkl merr

pdip jatim - risma resmikan sentra pkl merrSURABAYA – Nilai tikar rupiah terhadap dolar terus menurun. Menanggapi hal ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan warganya tidak terlalu mempedulikan kondisi tersebut.

“Kenapa warga Surabaya tidak peduli dolar mau naik atau tidak karena kekuatan kita ada di ekonomi mikro, mereka tidak terpengaruh terhadap dolar,” kata Tri Rismaharini saat memberikan sambutan di acara Festival Pasar Rakyat yang digelar Yayasan Danamon Peduli dan PD Pasar di Pasar Kembang Surabaya, Sabtu (22/8/2015).

Risma mengaku meski berlatar belakang insinyur, namun sampai sekarang tetap belajar ekonomi mikro. “Tetap saya belajar karena di situlah letak ekonomi di Indonesia khususnya Surabaya,” katanya.

Menurut dia, 90 persen perdagangan di Surabaya terdiri dari usaha menengah dan mikro. Hal inilah yang membuat perekonomian di Surabaya cukup kuat dan tidak terpengaruh krisis moneter seperti tahun 1998.

“Saya sudah melihat krisis 1998, saya pimpin proyek suatu studi dengan tim leadernya dari Belanda. Saat di Jakarta mal-mal mulai sepi, tapi dia bingung ketika masuk kampung di Surabaya kenapa orang kampung masih bisa tersenyum. Dia juga masuk ke mal-mal dan pasar, kenapa Surabaya masih ramai tidak seperti Jakarta langsung turun drastis,” ujarnya.

Ia sampaikan kepada tim leader dari Belanda bahwa orang Surabaya tidak kenal dolar. “Bahkan dolar saat itu sampai tembus Rp14.000 sekian, tapi kenapa di Surabaya bisa survive. Kalau ini bisa terjadi sebenarnya kekuatan besar kesejahteraan ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini mengatakan jurang pemisah antara kaya dan miskin tidak terlalu tinggi di Surabaya, sehingga bisa dikatakan jarang sekali ada demonstrasi di Surabaya. “Kecuali nanti mendekati pilkada,” kata Risma disambut tawa dari para hadirin yang datang di acara itu.

Selain itu, Risma juga bercerita pernah ditanya peneliti dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menugaskan perguruan tinggi di Equador mengenai perkembangan kampung di Surabaya.

“Saya jawab, kampung masih jadi kampung. Surabaya masih luas, kita membangun tidak menggusur kampung karena kekuatan Surabaya ada di kampung,” ujarnya. (beritasatu)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Kajian Matang Sebelum Realisasikan Investasi PLTSa Rp2 Triliun

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta Pemkab Jember mengedepankan kajian teknis, bisnis, dan regulasi sebelum ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-India

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR mendukung penguatan kemitraan strategis Indonesia-India melalui diplomasi ...
KRONIK

Penertiban Bangunan Liar di atas Gorong-Gorong, Hakim PDIP: Langkah Awal Mitigasi Banjir

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Nur Hakim, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Launching Beras Desa, untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ...
KABAR CABANG

Yang Datang Hari Itu Bukan Sekadar KTP

Di sebuah rumah bambu di Pakusari, Jember, seorang perempuan renta hidup dalam sunyi bertahun-tahun. Ketika negara ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo Desak Penertiban Tambang Ilegal di Ngebel

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas terhadap ...