Minggu
21 Juni 2026 | 10 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Wajib Lapor 1×24 Jam Ampuh Deteksi Potensi Kejahatan

pdip-jatim-risma-wajib-lapor-1x24-jam

SURABAYA – Tiga Pilar Kota Pahlawan, yakni Pemkot Surabaya, TNI, dan polisi sepakat meningkatkan keamanan sejak skala masyarakat terkecil, yakni di RT dan RW.

Langkahnya, dengan gerakan revitalisasi keamanan, ketertiban masyarakat dengan wajib lapor tamu 1×24 jam.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan revitalisasi wajib lapor ini merupakan inisiasi dari kepolisian. Gerakan ini dinilai sangat ampuh dalam mendeteksi adanya potensi kejahatan yang mengancam keamanan di masyarakat.

Menurut Risma, warga di masyarakat yang paling tahu dengan lingkungannya. Jika ada tamu asing, pendatang yang mencurigakan tentu mereka yang seharusnya pertama kali sadar.

“Makanya gerakan ini akan mampu mendeteksi kriminalitas dan terorisme sejak dini,” kata Risma, di sela koordinasi tiga pilar di Gedung Graha Sawunggaling, Selasa (5/9/2017).

Koordinasi tersebut dihadiri forum pimpinan daerah. Seperti Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, dari Polda Jawa Timur, Korem, Imigrasi Kelas I, Camat, Lurah dan Ketua RT dan RW se-Surabaya.

Risma menyebutkan, Ketua RT dan RW harus selalu inisatif mendata warga di kampungnya. Bahkan menurutnya RT dan RW harus tegas tapi bukan mempersulit.

“Jadi jangan mudah memberikan surat izin tinggal sementara di kampung bagi orang yang asing. Supaya bisa lebih bisa mendeteksi kalau ada yang mencurigakan,” ujarnya.

Menurutnya sebagai kota metropolitan Surabaya memang banyak didatangi urban pendatang.

Namun bukan berarti tidak bisa membatasi pendatang yang mau masuk ke Surabaya. Agar bisa membuat Surabaya selalu nyaman bagi warganya.

Dalam kesempatan itu Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Sukmo Wibowo revitalisasi wajib lapor kembali digencarkan karena seiring perkembangan zaman, budaya wajib lapor perlahan-lahan tidak diterapkan sebagaimana mestinya oleh sebagian besar masyarakat kepada RT/RW.

Akibatnya, tingkat kejahatan meningkat dan sulit untuk dideteksi sejak dini. “Saat ini tingkat kepeduliaan masyarakat untuk melaporkan atau individualisme sangat memprihatinkan. Kesenjangan sosial yang menyebabkan rentang jarak interaksi antarwarga, menurunnya rasa toleransi,” kata Bambang. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep, Tampilkan Tari Sintong, Keris hingga Migas

SUMENEP – Logo Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi identitas visual perayaan, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Dari Jombang ke Pusara Sang Proklamator, Perjalanan Ratusan Kader Banteng Menjaga Api Perjuangan Bung Karno

Ratusan kader PDI Perjuangan Jombang menempuh perjalanan ke Makam Bung Karno di Blitar. Ziarah kebangsaan ini ...
KABAR CABANG

18 PAC Se-Sidoarjo Serempak Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Libatkan Kiai Kampung Hingga Santunan Anak Yatim

SIDOARJO – Memperingati lima puluh enam tahun wafatnya Sukarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, ...
KABAR CABANG

Sebanyak 480 Kader PDI Perjuangan Tulungagung Ziarah di Makam Bung Karno

TULUNGAGUNG – Ratusan kader PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung melaksanakan ziarah di makam Bung Karno usai ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Kanang “Banjir” Keluhan Kondisi Perekonomian

NGAWI – Beragam keresahan masyarakat Kabupaten Ngawi disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Fraksi PDI ...
KABAR CABANG

Serunya Turnamen Tenis Meja “Soekarno Cup I” di Bojonegoro

BOJONEGORO – Memperingati Bulan Bung Karno 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro ...