Rabu
04 November 2026 | 10 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Targetkan Pembangunan Proyek Trem Selesai 2 Tahun

pdip jatim - risma teken proyek trem

pdip jatim - risma teken proyek tremSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini menargetkan pembangunan proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem bakal selesai hanya dalam tempo dua tahun. “Pokoknya saya maunya dua tahun,” kata Tri Rismaharini.

Pernyataan itu disampaikan Risma di sela acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9/2015).

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sendiri mengestimasi pembangunan proyek trem di Kota Surabaya akan selesai dikerjakan dalam waktu tiga tahun ke depan. Sebab, pihaknya harus menyelesaikan beberapa hal, seperti kajian pembuatan jalan, gerbong keretanya, dan sosialisasi untuk warga.

Menurutnya, yang paling lama adalah pengadaan keretanya. “Tapi bu wali kota mintanya dua tahun. Pokoknya kita upayakan secepatnya. Mudah-mudahan dua tahun sudah jadi,” kata Jonan.

Bila trem sudah jadi, pihaknya berharap Pemkot Surabaya bisa memberikan subsidi agar harga tiketnya lebih terjangkau masyarakat. Bila tidak disubsidi, jelas Jonan, tiket trem untuk sekali jalan akan berkisar antara Rp 15.000-Rp 20.000.

“Itu kalau tidak ada subdisi. Tapi kalau Pemkot sediakan subsidi, maka tarifnya akan lebih murah,” ujarnya.

Merespons harapan tersebut, Risma menyebut bahwa untuk hitung-hitungan berapa besaran tarif trem, domainnya ada di PT KAI yang akan menghitung berapa kebutuhan untuk operasional trem. Namun, dia memastikan bahwa tarif trem akan terjangkau, karena pembangunan trem ditanggung negara memakai APBN.

“Harusnya tarifnya lebih murah. Dulu kita ngitung awalnya uang investor jadi harus kembalikan ke investor sama biaya operasional. Ini kan uang APBN. Jadi kita tinggal biaya operasional saja,” kata wali kota dari PDI Perjuangan tersebut.

Terkait sosialisasi, Risma juga menyebut Pemkot sudah melakukannya kepada warga dan juga sopir angkutan kota mulai 2012 lalu. Ke depan, Pemkot akan lebih intens dalam melakukan sosialisasi dengan menggandeng tim dari Universitas Airlangga.

“Kami ada tim dari Unair yang ahli dalam masalah sosial seputar AMC. Tim ini yang akan turun untuk melakukan sosialisasi bagaimana perpindahan antar moda dan juga bagaimana cara naiknya,” ungkap perempuan yang bakal maju lagi dalam Pilkada Surabaya 2015 berpasangan dengan calon wakil wali kota Whisnu Sakti Buana. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...
KRONIK

Ratusan Juta Dugaan Pungli KHDPK Dikembalikan, Widarto Minta Perjuangan Petani Tak Berhenti

JEMBER – Pengembalian uang Rp138 juta yang diduga dipungut dalam pengurusan akses pengelolaan kawasan hutan menjadi ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
KABAR CABANG

Pekan Peduli Sampah Nasional, PDIP Surabaya Siapkan 100 Titik Teba untuk Olah Sampah Organik

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sekitar 100 titik Teba atau lubang pengolahan sampah organik ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...