Kamis
11 Juni 2026 | 8 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Targetkan Pembangunan Proyek Trem Selesai 2 Tahun

pdip jatim - risma teken proyek trem

pdip jatim - risma teken proyek tremSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini menargetkan pembangunan proyek transportasi angkutan massal (AMC) berupa trem bakal selesai hanya dalam tempo dua tahun. “Pokoknya saya maunya dua tahun,” kata Tri Rismaharini.

Pernyataan itu disampaikan Risma di sela acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Direktorat Jenderal Perkeretapian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Pemerintah Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, Rabu (23/9/2015).

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sendiri mengestimasi pembangunan proyek trem di Kota Surabaya akan selesai dikerjakan dalam waktu tiga tahun ke depan. Sebab, pihaknya harus menyelesaikan beberapa hal, seperti kajian pembuatan jalan, gerbong keretanya, dan sosialisasi untuk warga.

Menurutnya, yang paling lama adalah pengadaan keretanya. “Tapi bu wali kota mintanya dua tahun. Pokoknya kita upayakan secepatnya. Mudah-mudahan dua tahun sudah jadi,” kata Jonan.

Bila trem sudah jadi, pihaknya berharap Pemkot Surabaya bisa memberikan subsidi agar harga tiketnya lebih terjangkau masyarakat. Bila tidak disubsidi, jelas Jonan, tiket trem untuk sekali jalan akan berkisar antara Rp 15.000-Rp 20.000.

“Itu kalau tidak ada subdisi. Tapi kalau Pemkot sediakan subsidi, maka tarifnya akan lebih murah,” ujarnya.

Merespons harapan tersebut, Risma menyebut bahwa untuk hitung-hitungan berapa besaran tarif trem, domainnya ada di PT KAI yang akan menghitung berapa kebutuhan untuk operasional trem. Namun, dia memastikan bahwa tarif trem akan terjangkau, karena pembangunan trem ditanggung negara memakai APBN.

“Harusnya tarifnya lebih murah. Dulu kita ngitung awalnya uang investor jadi harus kembalikan ke investor sama biaya operasional. Ini kan uang APBN. Jadi kita tinggal biaya operasional saja,” kata wali kota dari PDI Perjuangan tersebut.

Terkait sosialisasi, Risma juga menyebut Pemkot sudah melakukannya kepada warga dan juga sopir angkutan kota mulai 2012 lalu. Ke depan, Pemkot akan lebih intens dalam melakukan sosialisasi dengan menggandeng tim dari Universitas Airlangga.

“Kami ada tim dari Unair yang ahli dalam masalah sosial seputar AMC. Tim ini yang akan turun untuk melakukan sosialisasi bagaimana perpindahan antar moda dan juga bagaimana cara naiknya,” ungkap perempuan yang bakal maju lagi dalam Pilkada Surabaya 2015 berpasangan dengan calon wakil wali kota Whisnu Sakti Buana. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...