oleh

Risma: Jangan Paksakan Bakat dan Minat Anak

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini minta para guru dan orang tua untuk tidak memaksakan bakat dan minat anak. Sebab, sikap pemaksaan ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak ke depannya, dengan harapan bisa menorehkan prestasi.

“Biarkan anak-anak itu berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Jika mereka tidak suka matematika tetapi suka olahraga dan musik biarkan saja, jangan dipaksakan.,” kata Risma.

Permintaan itu disampaikan Risma, ,ketika menghadiri puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Halaman Taman Surya, Minggu (13/8/2017).

Acara yang mengangkat tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga” dengan pesan utama “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira” itu dihadiri sekitar 1,000 anak se-Surabaya.

Dengan memahami dan mengerti bakat minat anak, Risma optimistis ke depan anak-anak ini mampu bersanding sejajar dengan anak-anak di dunia. “Itu mimpi saya, karena bagaimanapun mereka adalah penerus bangsa ini, bukan kita,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Usai sambutan, Risma mengajak seluruh anak yang hadir untuk naik ke panggung bernyanyi lagu “Surabaya oh Surabaya” dan lagu nasional “Indonesia Tanah Pusaka” yang diiringi alat musik keyboard.

Risma juga mengajak berbincang salah satu pemain musik bernama Ibar yang merupakan siswa difabel. Ketika berbincang, Risma menawarkan kepada Ibar untuk mau tampil pada salah satu acara internasional di Surabaya.

“Sebentar lagi ibu kedatangan tamu dari negara-negara internasional, Ibar mau ya tampil dan ngiringi musik buat ibu dan tamu undangan,” ucap Risma diiringi tepuk tangan dari peserta.

Melalui Ibar, Risma memberi pesan kepada para orang tua dan guru bahwa setiap anak yang lahir telah dikaruniai bakat dan minat tersendiri oleh Tuhan.

“Jadi jangan sekali-kali mengatakan anak itu bodoh atau tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya butuh pengertian dan dukungan dari kita supaya ke depan mereka mengerti arah dan tujuan kehidupannya,” tuturnya. (goek)