Senin
19 Oktober 2026 | 10 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rieke Tuntut Menteri Perdagangan Minta Maaf

pdip-jatim-rieke-d-p

pdip-jatim-rieke-d-pJAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka memprotes pernyataan Menteri Perdagangan Thomas Lembong soal ‘ekspor orang’ sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

Rieke menyebut, paradigma berpikir seperti yang disampaikan menteri perdagangan tersebut sebagai kekeliruan, karena itu sama artinya pengiriman TKI mendorong perdagangan manusia. Sementara, jelas dia, praktik human trafficking merupakan kejahatan kemanusiaan yang menjadi perlawanan bersama dunia.

“Jika seorang menteri menyatakan hal seperti itu, maka dapat diasumsikan pemerintah melegalkan dan mendorong perdagangan manusia,” kata Rieke Diah Pitaloka, Rabu (8/6/2016).

Menurut Rieke, tanggal 1 Juni 2016 di acara Rakernas Kadin di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, menteri perdagangan mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia tidak melulu ekspor barang.

Thomas Lembong mengatakan, definisi ekspor mesti diperlebar untuk juga ekspor orang. Remitensi TKI selama ini USD 10 miliar per tahun, kata Thomas, dan kalau digolongkan ke jasa ekspor maka bisa jadi ekspor terbesar ketiga di sektor non-migas.

Dalam Rapat Kerja Komisi VI dengan menteri perdagangan, Rabu (8/6/2016), Rieke pun mengonfirmasi langsung soal itu. “Dan menteri perdagangan mengakui mengeluarkan pernyataan tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, dia menilai menteri perdagangan telah mengangap bahwa rakyat yang bekerja sebagai TKI tak lebih sekadar barang dagangan dalam praktik ekspor. Rieke menilai pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pengiriman TKI tidak dapat disamakan dengan ekspor barang. Dalam postur anggaran pun pos remitens TKI berada pada pos berbeda dengan devisa hasil ekspor barang,” ujarnya.

Kalau pun terjadi pengiriman rakyat untuk bekerja di luar negeri, tambah dia, hal itu tidak bisa dipandang sebagai semata keuntungan ekonomi layaknya ekspor impor barang.

“Karena itu, saya mendesak menteri perdagangan minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya TKI dan keluarganya, serta mencabut pernyataannya tersebut,” tegas Rieke. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...
HEADLINE

Gunung Arjuno Terbakar; PDI Perjuangan Kerahkan Ratusan Relawan, Bantu Air Bersih untuk Warga Terdampak

KABUPATEN PASURUAN – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui gerakan PDI Perjuangan Peduli menyiapkan sekitar 20 ...