oleh

Repdem Jatim Laporkan Penghina PDI Perjuangan

SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra FX Arief Poyuono ke Polda Jatim, Rabu (2/8/2017).

Laporan dilayangkan organisasi sayap PDI Perjuangan tersebut terkait pernyataan Arief di beberapa media yang menyatakan jika PDI Perjuangan seperti PKI.

Menurut Ketua DPD Repdem Jatim Abdi Edison, pernyataan Arief Poyuono melukai perasaan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan.

Sebab, jelas Edison, PDI Perjuangan jelas-jelas partai politik yang berasaskan Pancasila. “Pernyataan tersebut tidak ada fakta dan dasarnya,” katanya.

Dan lagi, lanjut dia, PKI adalah bagian dari masa lalu bangsa dan negara ini yang dalam perjalanannya PKI sudah dinyatakan sebagai partai terlarang sesuai TAP MPR/XXV/1967. “Dan Tap MPR tersebut berlaku sampai sekarang,” jelas Edison.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPD Redpem Jatim, Wakit Nur Rohman  menambahkan, pihaknya melaporkan yang bersangkutan dengan dugaan melakukan ujaran kebencian di wilayah publik melalui media massa.

“Terkait pasal atau undang-undang yang akan digunakan kami percayakan kepada penyidik sebagai institusi yang berwenang,” ujar Wakit.

Aksi pelaporan diikuti oleh puluhan pengurus DPD Repdem Jatim dan sejumlah pengurus DPC Repdem kota dan kabupaten sekitar Surabaya seperti dari Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, Mojokerto, Malang, Lamongan, dan Bojonegoro.

Sebelumnya, Sekjen DPN Repdem Wanto Sugito dan Ketua Bidang Hukum & HAM DPN Repdem Fajri Safii melaporkan Arief ke Polda Metro Jaya. Saat lapor, Ketua DPD Repdem DKI Fernando dan pimpinan DPC Repdem se-Jabotabek ikut mendampingi.

Wanto menjelaskan, laporan didasarkan karena diduga menghina kelompok dan golongan kader kader PDI Perjuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 156 KUHP dan pasal 45A UU ITE.

Menurut mantan aktivis 98 UIN Ciputat ini, pernyataan FX Arief Poyuono yang tersebar di beberapa media adalah, “wajar PDI-P disamakan dengan PKI karena sering membohongi rakyat,” pernyataan ini jelas memenuhi unsur pidananya. (hs)