Refleksi Akhir Tahun, Pemkab Trenggalek Gelar Kenduri Cinta Bersama Cak Nun

Loading

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyambut momen pergantian tahun dengan menggelar
“Kenduri Cinta” bersama Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Kiai Kanjeng di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Sabtu (31/12/2022).

Sebelumnya juga digelar temu tokoh lintas agama di Pendapa Manggala Praja Nugraha.
Di hadapan ribuan maiyah yang hadir, Cak Nun mengajak memahami makna kenduri cinta.

Cak Nun mengajak ribuan maiyah (jamaah majelis Cak Nun) yang hadir memahami makna Kenduri Cinta.

Kenduri digambarkan berbentuk melingkar, dimana menurut Cak Nun semua cara berpikir manusia hingga cara mengatur apapun dari lokal sampai global sebagaimana seperti bentuk lingkaran.

Kenduri sendiri digambarkan melingkar, di mana menurut Cak Nun semua cara berpikir manusia, cara mengatur apapun dari lokal sampai global sebisa mungkin adalah sebagaimana lingkaran.

Maka kenduri cinta adalah saling mencintai satu sama lain antar banyak pihak. Salah satunya adalah bagaimana mencintai alam.

“Ada teori di maiyah itu tidak hanya ekologi, tapi ekosofi, menemukan kebijaksanaan alam, ekosofi itu artinya memahami dan melaksanakan kebijaksanaan alam,” terang Cak Nun.

“Misalnya Merapi mau meletus itu memberikan tanda-tanda, jadi kalau terjadi apa-apa di Trenggalek jangan hanya mengeluh ke Allah tetapi yakin setelah itu pasti ada rezekinya, ada hikmahnya,” jelasnya.

Menurut Cak Nun, Allah memiliki pertimbangan yang lebih bulat, yang lebih tahu secara ruang maupun waktu sehingga apa yang terjadi hari ini yang mungkin terlihat mencelakakan akan tetapi sebenarnya merupakan rezeki yang masih tersimpan rahasianya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan bahwa melalui Kenduri Cinta yang menandai pergantian tahun dengan memberikan pemahaman baru dalam hidup.

“Luar biasa malam hari ini kita mengawali tahun dengan pemahaman baru bahwa hidup tidak untuk kita sendiri, tetapi kita hidup punya misi,” ucap Arifin.

Mas Ipin mengutip cerita bagaimana saat diciptakannya manusia, malaikat bahkan tidak yakin dan khawatir hanya akan membuat kerusakan di bumi. Akan tetapi Allah lebih tahu akan ciptaan-Nya.

“Maka jangan sampai di bumi ini kita berbuat kerusakan, meskipun kita tidak sempurna, meskipun toh ada kerusakan yang kita perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja,” tuturnya.

Makanya, tambah Arifi, dengan kebersamaan kita saling mengingatkan, karena memang perjuangan tidak mudah.

“Maka saya yakin semakin tambah umur, semakin tambah pendek masa kita di bumi ini, semakin berat misi yang kita emban,” sambung bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

“Mohon restu kepada Allah semoga kita semua dilancarkan setiap misinya, kita semua punya misi, cita-cita yang sama mewarisi kemerdekaan, semoga kita tetap istiqomah, jangan sampai kita mendekati suatu hal yang mendekati pada kerusakan apalagi yang bersifat sosial,” tuturnya. (man/pr)