oleh

Rabu, Nanda-Wanedi Deklarasi Cawali-Cawawali Malang

-Berita Terkini-17 kali dibaca

MALANG – Pasangan calon wali kota – wakil wali kota Malang yang mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan,  Dr. Ya’qud Ananda Gudban – H. Ahmad Wanedi bakal menggelar deklarasi pada Rabu (10/1/2018) depan.

Deklarasi pasangan calon yang juga diusung Partai Hanura, PAN, PPP, dan NasDem itu bakal digelar di kawasan Jalan Simpang Balapan.

Lokasi ini merupakan simbol dimana terdapat patung pahlawan asal Malang, Hamid Rusdi serta dekat dengan lokasi Taman Makam Pahlawan TRIP yang melambangkan geliat para anak muda pada zaman penjajahan Belanda rela mengorbankan harta dan nyawamya berjuang demi merebut kemerdekaan.

Semangat itulah yang mendasari pasangan Nanda – Wanedi itu untuk berikhtiar dalam upaya mewujudkan pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam sebuah kesempatan gathering bersama para jurnalis di Javanine Cafe & Resto pada Minggu (7/1/2018) Nanda Gudban mengungkapkan jika pemilihan tanggal dan lokasi deklarasi sesuai dengan hasil kesepakatan bersama antara pasangan calon dan partai pengusung.

“Kami menyebutnya dengan deklarasi kerakyatan karena akan diikuti ribuan masyarakat dengan konsep yang betul-betul bernuansa kerakyatan,” kata Nanda.

Deklarasi tersebut nantinya akan melibatkan sekitar 1.000 orang dan akan diramaikan  kesenian tradisional. Pasangan Nanda – Wanedi dalam kesempatan itu juga akan melibatkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk ikut menyemarakkan kegiatan tersebut.

Usai deklarasi, pasangan calon dengan didampingi para partai pengusung akan langsung bertolak ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang untuk mendaftarkan Nanda – Wanedi sebagai pasangan calon sah yang ikut dalam helatan Pilkada Malang 2018.

“Bersama dukungan 5 partai yang memiliki 22 kursi di DPRD atau separuh dari jumlah anggota dewan, kami optimis meraih hasil maksimal dalam Pilkada Malang,” tutur Nanda.

Meski begitu keduanya tidak jumawa. Kekuatan besar partai pengusung tidak menjadikan pasangan ini lalu menganggap remeh pasangan calon yang lain.

Karena itu, dalam kesempatan tersebut Nanda menekankan jika koalisi yang terbangun saat ini tak lain adalah bentuk koalisi dengan rakyat.

Apalagi, tagline besar yang diusung oleh pasangan Nanda – Wanedi adalah “Ayo Noto Malang” yang artinya mengajak semua komponen dan elemen masyarakat untuk ikut aktif dalam membangun bersama Kota Malang agar lebih baik di masa mendatang.

“Intinya kita tidak ingin jumawa dengan kekuatan besar partai pengusung. Kita akan kerja, kerja dan kerja, karena sejak saya menjadi anggota dewan tidak pernah berhenti menyerap aspirasi masyarakat,” tukasnya.

Koalisi besar lima partai atau yang lebih akrab dengan “Koalisi Pelangi” ini sekaligus menggambarkan bagaimana kondisi Kota Malang yang benar-benar pluralistik.

Irisan koalisi ini menggambarkan bagaimana kekuatan nasionalis dan religius bersatu dalam sebuah poros, sehingga diyakini banyak kalangan pasangan Nanda – Wanedi akan mampu mengakomodir semua kepentingan masyarakat.

“Kita akan bekerja bersama dan terus bersinergi dengan masyarakat Kota Malang,” ungkap Nanda.

Sementara Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang, H. Ahmad Wanedi, mengajak media massa yang tak lain adalah salah satu pilar demokrasi di Indonesia agar mewujudkan pilkada yang damai dan aman.

Hal ini dikarenakan pada beberapa pilkada kekuatan sosial media yang menyampaikan berita fitnah dan hoax semakin merajalela dan tak pelak bisa memecah belah persatuan diantara masyarakat.

“Karena itu media yang memiliki tugas penting dalam menyampaikan berita yang objektif sangat penting di alam demokrasi seperti saat ini,” ujar Wanedi.

Senada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang Abdul Hakim yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan jika media massa memiliki peran penting dalam demokrasi di Indonesia.

“Kita mengajak semua untuk berdemokrasi secara sehat dan mensukseskan Pilkada Malang dengan baik,” tandas Hakim. (goek/*)