oleh

Puti Sudah Dapat Chemistry dengan Gus Ipul

-Berita Terkini-9 kali dibaca

SURABAYA – Debat publik pasangan calon (paslon) yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (10/4/2018), memiliki dampak positif bagi Cagub dan Cawagub Jatim Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Puti menilai sisi lain yang bisa diambil hikmahnya adalah semakin chemistry-nya dengan Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

“Kami berdua sangat bahagia dalam menyampaikan visi-misi. Chemistry kami berdua semakin dapat. Kami bisa saling melengkapi dalam menyampaikan visi-misi dalam debat kemarin, kami bisa saling melengkapi,” kata Puti Guntur, Kamis (12/4/2018).

Cucu Presiden pertama RI ini mengaku sangat menikmati pelaksanaan debat. Menurutnya, dari debat tersebut semakin bisa terlihat bahwa ada proses saling mengisi.

Jika Gus Ipul kekurangan materi, maka Puti melengkapi dengan memberikan bahasan-bahasan visi dan misi untuk membawa Jawa Timur menjadi lebih baik.

Proses tersebut, ujar dia, sebagai bentuk awal untuk menjalankan sistem pemerintahan mendatang jika terpilih untuk memimpin Jatim. Pelaksanaan program akan dijalankan secara bersama-sama, dengan pembagian kerja dengan seadil-adilnya. “Prinsipnya kami saling melengkapi,” ujarnya.

Untuk itu, alumnus FISIP Universitas Indonesia ini mengaku akan menjalankan komitmen untuk mengikuti proses demokrasi dengan sebaik-baiknya. Demokrasi dengan menggunakan politik yang bermoral, berbudaya, menjalin persaudaraan dan mengembangkan kegembiraan secara bersama-sama.

Menurut dia, kemenangan yang dilakukan dengan cara tidak jujur akan berdampak tidak baik terhadap kepemimpinan ke depan.

“Saya akan jalin terus persaudaraan, dengan siapapun, karena persaudaraan ini akan lebih baik lagi,” terang Puti.

Rasa percaya diri Puti mulai terlihat dalam debat yang dijalankan kemarin. Saat debat berhenti, Puti dengan Gus Ipul terlihat tak henti-hentinya melakukan diskusi.

Hal ini dilakukan untuk membahas persoalan-persoalan yang dihadapi dalam debat publik, kemudian memadukan dengan temuan-temuan yang ada di lapangan.

Salah satu temuan yang membuat proses debat memanas adalah keberadaan kemiskinan dan perlambatan pertumbuhan bayi di daerah Trenggalek. Bupati non-aktif yang juga Cawabup nomor urut satu, Emil Dardak merasa tidak terima dengan perolehan data-data di Trenggalek.

Puti menyebutkan, sesuai catatan BPS (Badan Pusat Statistik), tingkat kemiskinan yang ada di Kabupaten Trenggalek naik sebesar 0,17 persen. Kemudian tahun 2017, pengangguran di Kabupaten Trenggalek naik sebesar 37 persen.

Dari 9.960 jumlah angka pengangguran meningkat menjadi 13 ribuan. Puti juga membeberkan daerah-daerah yang ada di Trenggalek, di mana kondisi MCK (mandi, cuci, kakus) yang masih tidak layak.

“Keputusan untuk memunculkan semua temuan di lapangan merupakan buah diskusi yang dilakukan bersama,” jelas dia. (goek)