oleh

Puti Guntur Soekarno Kaget saat Pria Itu Meneleponnya

Puti Guntur Soekarno ditetapkan DPP PDI Perjuangan menjadi cawagub Jatim. Dia dikontak untuk jadi pendamping Saifullah Yusuf saat pendaftaran sudah dibuka. Dan, restu dari ayahanda Puti baru turun pada hari terakhir.

ARIS IMAM, Surabaya

PERTANYAAN itu disambut Puti Guntur Soekarno dengan senyuman. Sebelum kemudian menoleh ke Saifullah Yusuf yang duduk di sebelahnya.

”Biar Gus Ipul saja yang cerita,” katanya kepada wakil gubernur incumbent Jawa Timur itu saat berkunjung ke Graha Pena, Surabaya, Jumat malam (12/1).

Kepada Puti, kru redaksi Jawa Pos saat itu bertanya, apa tanggapan sang ayah, Guntur Soekarnoputra, atas pencalonannya sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur. Mendampingi Gus Ipul –sapaan akrab Saifullah Yusuf– yang maju sebagai calon gubernur.

Guntur, putra pertama Presiden Soekarno dari pernikahannya dengan Fatmawati, memang salah satu ”simpul” penting dalam drama ”mengejutkan” terpilihnya Puti sebagai pendamping Gus Ipul.

Gus Ipul harus mencari cawagub baru setelah pasangan sebelumnya, Abdullah Azwar Anas, memutuskan mengembalikan mandat pencalonan.

Dan, nama Puti nyaris tak terdengar bakal dicalonkan hingga detik-detik terakhir sebelum pendaftaran dibuka pada Senin (8/1).

Ternyata, seperti dituturkan Puti, pada Senin itu juga Gus Ipul meneleponnya. Cucu Presiden Pertama Indonesia Soekarno tersebut saat itu berada di Tokyo, Jepang.

Di sana, persisnya di Soekarno Research Center Universitas Kokushikan, dia memang jadi researcher sekaligus dosen tamu.

Meski sudah lama mengenal Gus Ipul, tetap saja Puti kaget saat menerima telepon dari pria yang sudah dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo itu.

Lebih kaget lagi ketika Gus Ipul menawarinya menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur, mendampingi dirinya.

Apalagi, ibu dua anak tersebut tahu, pendaftaran pilkada serentak 2018 sudah dimulai di hari itu. Dan, bakal berakhir dua hari kemudian (10/1).

Dia juga masih tercatat sebagai anggota DPR dari dapil Jawa Barat. Namun, pada hari yang sama dengan saat Gus Ipul menelepon itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga mengontaknya.

”Saya diminta pulang untuk bertemu Bu Mega (Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Red),” katanya.

Pulanglah dia ke Indonesia keesokan harinya. Satu hari sebelum penutupan pendaftaran. Dan, dia baru mendapat konfirmasi soal menjadi cawagub di pilgub Jatim itu saat menghadap Megawati, adik kandung ayahnya, Guntur Soekarnoputra.

”Hari itu juga saya diminta Bu Mega maju. Karena ini adalah perintah partai, sebagai kader harus saya laksanakan,” katanya.

Surat rekomendasi pencalonan Puti maju pilgub Jatim pun langsung dibuat DPP PDI Perjuangan. Namun, perempuan 47 tahun itu diminta Mega untuk minta restu terlebih dahulu kepada sang ayah.

Puti pun menemui sang ayah di kediamannya di Cempaka Putih, Jakarta, malam itu juga. Apa hasilnya? Ternyata, sang ayah menolak memberikan restu.

Guntur beralasan, antara lain, Puti tak memiliki pengalaman di Jatim. Kiprah politiknya lebih banyak sebagai wakil rakyat dengan daerah pemilihan Jawa Barat.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara ayah dan anak. Bahkan, saat jarum jam menunjuk angka 00.00, belum juga ada titik temu. Sampai-sampai, Puti harus minta maaf karena perdebatan panjang itu.

”Tapi, ayah bilang, no hard feeling. Dalam politik, perdebatan adalah hal biasa,” ujar lulusan FISIP UI tersebut.

Meski masih bersikeras tak memberikan restu, saat mengakhiri debat panjang itu, Guntur minta Gus Ipul sendiri yang menemuinya. Di sisi lain, hari sudah memasuki Rabu (10/1), hari terakhir pendaftaran.

Rabu pagi, bersama Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah, Gus Ipul pun sowan ke kediaman Guntur.

”Saat itu saya ditanya alasan kenapa memilih Puti. Apakah politis pragmatis atau alasan ideologi dan kebangsaan,” tutur Saifullah.

Puti langsung menyahut, ”Kalau alasannya pragmatis, bapak pasti akan langsung tidak setuju.”

Setelah melalui pembicaraan panjang, Guntur akhirnya merestui pencalonan putrinya dalam pilgub.

”Karena itulah, kami baru mengumumkan (Rabu) sore dan langsung daftar malam hari,” ujar Gus Ipul.

Salah satu alasan Gus Ipul meminang Puti adalah Puti dianggap berpengalaman mengurusi pendidikan dan ekonomi kreatif. Sesuai bidang yang ditanganinya di Komisi X DPR.

Kemampuan itu, kata Gus Ipul, sangat penting untuk mengakomodasi para pemilih milenial. Selain itu, Puti memiliki pemikiran dan visi yang sama.

Bagaimana dengan Puti? Ideologi dan fatsun politik di PDIP yang jadi faktor utama mengapa dia bersedia mendampingi Gus Ipul.

Puti tidak menampik bahwa pencalonannya sangat mendadak. Dan, di sisi lain, kiprah politiknya di Jatim juga belum banyak.

Meski demikian, dia optimistis masalah itu bisa diatasi. ”Sebab, rekan-rekan PDIP dan jajaran tim pemenangan sudah punya strategi,” katanya. (jpnn)