oleh

Puti Guntur Makan Durian Bareng Warga di Lereng Wilis

-Berita Terkini-4 kali dibaca

PONOROGO – Daerah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata, jadi salah satu tujuan bagi Cawagub Jawa Timur Puti Guntur Soekarno untuk dikunjungi.

Seperti saat safari kampanye di Kabupaten Ponorogo, Rabu (4/4/2018), Puti mengunjungi Desa Ngrogung di Kecamatan Ngebel, yang lebih dikenal dengan Kampung Durian.

Desa ini merupakan daerah penghasil durian varietas lokal yang dinamakan durian kanjeng. Di kawasan barat lereng Gunung Wilis ini, masyarakat setempat banyak yang punya pohon durian.

Bahkan mereka membentuk kelompok tani untuk mengelola Kampung Durian. “Alhamdulillah di sini disuguhi makan durian. Saya tadi coba durian jenis kanjeng, montong, bajul dan merica,” ujar Puti, usai didaulat warga Ngrogung secara simbolis memanen durian kanjeng, untuk dinikmati bersama.

Cawagub pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini mengaku dari berbagai jenis hanya satu yang paling disukai, yakni durian merica. “Saya pilih asli produk Indonesia, yaitu durian merica,” jelasnya.

Menurutnya, Kampung Durian yang memiliki berbagai jenis durian merupakan contoh program pemberdayaan yang diusung pasangan Gus Ipul-Mbak Puti di bidang kepariwisataan.

Pasangan calon nomor urut 2 ini menamakannya sebagai program Seribu Dewi, atau seribu desa wisata. Puti yakin, desa-desa yang punya potensi wisata, dengan program Seribu Dewi, akan semakin banyak mendatangi desa tersebut.

Program ‘Seribu Dewi’ itu, lanjut Puti, mengajak masyarakat dan warga sekitar bukan hanya mengembangkan potensi ‎desa wisata, namun juga untuk pertumbuhan ekonomi.

“Di sini harus ada industri pengolahan duren, jadi bukan hanya untuk dikonsumsi saja, namun juga dikembangkan,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan itu, lanjutnya, pihaknya akan memberikan pelatihan-pelatihan agar para perempuan juga ikut bekerja. Misalnya, duren dikemas menjadi dodol, sirup, kripik dan nastar.

“Saya yakin dengan pengolahan industri akan bisa mengangkat kesejahteraan ibu-ibu yang ada di sini,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, upaya-upaya ini harus dikoneksikan dengan anak-anak muda milenial yang ikut terlibat dalam pemasaran. Apalagi saat ini zamannya teknologi digital, yang akan memudahkan seseorang dalam mempromosikan produknya.

Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngebel Bambang Subagyo yang juga pemilik kebun durian mengatakan, Kampung Durian seluas areal sekitar 3 hektar ini sudah mulai ia rintis sejak 2011.

Di kampung durian, terdapat 15 jenis durian sebanyak 400 batang pohon. Di antaranya durian pisang, durian kunir, durian bokor, durian sapi, dan durian yang menjadi unggulan, durian kanjeng.

“Masing-masing rasanya berbeda. Tetapi yang jadi unggulan di kampung durian ini ya durian kanjeng,” katanya.

Konon durian ini sangat digemari para kanjeng sejak pada zaman penjajahan Belanda. Oleh sebab itu, warga setempat menyebut durian ini dengan nama Durian Kanjeng. (goek)