Sabtu
24 Oktober 2026 | 5 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan: Subsidi Energi Akan Diintegrasikan ke KKS

pdip-jatim-puan-menko-pmk

JAKARTA – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, subsidi energi seperti listik, bahan bakar minyak dan gas elpiji akan diintegrasikan dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Menurut Puan, pengintegrasian dilakukan agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

Integrasi subsidi energi dengan program KKS itu, sebutnya, menyangkut empat undang-undang (UU). Yakni UU Migas, UU Kelistrikan, UU Fakir Miskin dan UU Kesejahteraan Sosial. Keempat UU ini, ujarnya, harus disinkronkan dulu

“Apakah kemudian kalau diintegrasikan dengan Kartu Keluarga Sejahtera itu kemudian tidak ada implikasi untuk secara teknis akan menyalahi undang-undang. Karena memang pelaksanaannya inikan sesuai undang-undang yang berbeda,” kata Puan, kemarin.

Pengintegrasian ini dibahas dalam rapat terbatas (ratas) dipimpin Presiden Joko Widodo, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Integrasi ini, lanjutnya, harus dikaji kembali antara kementerian ESDM, PLN, dan Kementerian Sosial. Dalam waktu singkat, tambhanya, akan dilakukan rakor dan ratas untuk membahas hal tersebut.

“Jadi apakah itu bentuknya tetap barang atau bantuan itu bersifat uang yang diberikan melalui sistem perbankan, ini tentu saja tidak serta merta kita lakukan perubahan tersebut. Perlu kajian dan masa transisi yang benar-benar tepat sasaran sehingga masyarakat tidak dirugikan,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, integrasi ini baru bisa diterapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018.

“Menteri Keuangan pun sudah menghitung bagaimana nantinya berkaitan dengan anggaran itu agar nanti tidak membebani anggaran APBN 2018,” jelas dia.

Saat ratas, Jokowi menekankan bahwa kebijakan subsidi energi bagi masyarakat tidak mampu menjadi fokus pemerintah. Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan subsidi BBM dan elpiji 3 kilogram sebesar Rp 32,3 triliun dan subsidi listrik Rp 45 triliun.

Jokowi menekankan bahwa subsidi tersebut harus tepat sasaran atau benar-benar ditujukan untuk masyarakat tidak mampu.

Dia minta penyaluran subsidi energi ini bisa diintegrasikan terpadu dengan program penanggulangan kemiskinan, terutama program KKS yang sudah berjalan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...