oleh

Puan Dorong Rekonstruksi Lombok Pasca Gempa Digenjot

JAKARTA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani minta seluruh pihak untuk tetap menaruh perhatian kepada Lombok pasca gempa meskipun ada bencana di Sulawesi Tengah.

Salah satu bentuk perhatian itu yakni dengan terus menggenjot percepatan rekonstruksi Lombok yang porak poranda akibat gempa besar beberapa bulan lalu.

“Presiden telah mengeluarkan Inpres Nomor 5 tahun 2018 untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi NTB pasca gempa,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian PMK, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

“Pada kesempatan ini, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah penduduk harus dapat diselesaikan segera seperti arahan bapak Wapres di NTB,” sambung dia.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, penyelesaian rekonstruksi rumah penduduk pasca gempa Lombok harus dapat diselesaikan pada Maret 2019 mendatang. Sebelum sampai ke situ, beberapa langkah harus diakukan.

Pada Oktober 2018, rencana aksi rekonstruksi harus dilakukan. Sementara itu pada akhir Desember 2018, normalisasi fasilitas pendidikan, kesehatan, agama dan penunjang perekonomian harus selesai.

Adapun pada Maret 2019, perbaikan rumah masyarakat harus selesai dilaksanakan. “Oleh karena itu, untuk memastikan rehabilitasi rekonstruksi di NTB sesuai dengan amanat Inpres yang ditetapkan,” kata Puan.

Rapat koordinasi percepatan rekonstruksi Lombok pasca gempa dihadiri oleh berbagai pihak. Mulai dari Menkominfo Rudi Antara, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir.

Hadir pula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas  Bambang Brodjonegoro, hingga Wakil Kapolri Komjen Pol Ari Dono.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian kepada korban bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Sigi dan Donggala, PDI Perjuangan Sulawesi Utara memberikan bantuan bagi para korban. Melalui Baguna, membawa bantuan logistik makanan, pakaianBserta obat-obatan ke lokasi bencana.

Bantuan dari PDIP Sulut yang akan diberangkatkan ke korban bencana Palu. Selain membawa logistik, Baguna yang diketuai Adriana Dondokambey ini juga mengirim puluhan relawan terlatih untuk membantu pencarian dan evakuasi para korban.

“Apa yang dilakukan oleh PDIP lewat Baguna, adalah tugas mulia guna membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di Kota Palu dan Donggala,” ujar Dondokambey.

Dondokambey juga berpesan, dalam melaksanakan tugas harus saling berkoordinasi sesama anggota Baguna, maupun dengan Basarnas serta Pemerintah setempat. Logistik yang dibawa ke korban bencana alam di Palu, Donggala adalah makanan, selimut, pakaian, pakaian dalam, makanan bayi, selimut, popok serta obat-obatan

“Baguna juga mengirim Tim Medis. Berangkat ke Palu Tim kami didampingi oleh aparat keamanan, dalam hal ini kepolisian dan TNI,” jelas Dondokambey. (goek)