Senin
17 Agustus 2026 | 7 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Presiden Jokowi Putuskan 1 Juni Hari Lahir Pancasila

pdip-jatim-jokowi-dan-johan-budi

pdip-jatim-jokowi-dan-johan-budiJAKARTA — Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dalam peringatan di Bandung, Rabu (1/6/2016).

“Penentuan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila akan diumumkan besok melalui keppres,” kata Johan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Johan belum mengetahui pasti apakah keppres tersebut turut mengatur 1 Juni sebagai hari libur nasional. Namun, ia memastikan, jika memang 1 Juni dijadikan libur nasional, hari libur itu tidak akan langsung berlaku besok.

“Kalaupun 1 Juni dijadikan hari libur berlakunya akan tahun depan,” ucap Johan.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebelumnya sempat menyampaikan keinginannya agar pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. Menurut Megawati, hari tersebut harus menjadi hari peringatan lahirnya Pancasila.

Saat menjadi pembicara kunci dalam seminar dan bedah buku Revolusi Pancasila di Jakarta Convention Center, Selasa (27/10/2015), Megawati mengungkapkan bahwa Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono pernah berjanji akan menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional.

Menurut Megawati, 1 Juni dapat dimanfaatkan untuk memperingati hari kelahiran Pancasila dan momentum merekatkan bangsa.

“Saya nagih SBY pada tanggal 1 Juni jadikan hari libur nasional. Sampai hari ini pun boro-boro…,” kata Megawati.

Presiden kelima Republik Indonesia ini mengaku heran mengapa gagasan menetapkan 1 Juni sebagai hari nasional tidak kunjung terealisasi.

Ia menyayangkan jika gagasan tersebut tidak diwujudkan karena ingin mengeliminasi peran Presiden Soekarno dalam kelahiran Pancasila.

“Kalau seumpamanya bukan Bung Karno, apa dijadikan hari nasional? Aneh kadang pikiran bangsa kita ini, seperti ambivalen, sejarah diombang-ambing,” ujarnya.

Nahdlatul Ulama atau NU secara resmi dan kelembagaan sebelumnya meminta kepada Presiden Jokowi untuk menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir ke-93 NU di Lapangan Candra Wilwatikta, Pasuruan, Jawa Timur.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyatakan, NU telah melakukan berbagai kajian akademis, baik yang bersifat historis maupun ideologis. (kompas)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Hening dan Khidmat, Bupati Lukman Pimpin Penghormatan Suci bagi Pahlawan Bangsa

BANGKALAN – Hening dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Bangkalan. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil ...
KRONIK

Malam Tiba di Flores, Risma dan Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa

MANGGARAI BARAT – Jajaran DPP PDI Perjuangan tidak menunggu pagi untuk menemui warga terdampak gempa di Flores, ...
KRONIK

Peringati Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Bagikan Ribuan Bendera Gratis untuk Warga

BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan warga Banyuwangi untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Salah satunya, para ...
KABAR CABANG

Energi Baru Pemilu 2029: Gen Z dan Perempuan Dominasi Pengurus Ranting PDIP Mojokerto

MOJOKERTO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto merampungkan seluruh tahapan konsolidasi dan pembentukan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong UMKM Trenggalek Kantongi SNI, Jadi “Jaket Pengaman” Produk

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, mendorong pelaku UMKM di ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi di Tuban

TUBAN – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menginisiasi program ...