oleh

Podium Hari Kesaktian Pancasila Akan Diganti

pdip-jatim-seskab-pramono-anJAKARTA – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah mendengar polemik penggunaan warna merah putih pada podium saat peringatan Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Untuk menghindari polemik, Jokowi setuju agar warna kain pada podium tersebut diganti, tak lagi merah putih.

“Kalau Presiden Jokowi gampang saja. Ya sudah, tahun depan diganti saja karpet merah semua. Karena Beliau tidak mau berpolemik dengan itu. Itu bukan substansi yang perlu dipolemikkan,” kata Pramono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/9/2016).

Polemik penggunaan warna merah putih pada podium yang digunakan Jokowi saat upacara Hari Kesaktian Pancasila, sebelumnya dikritik Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo.

Roy mempertanyakan warna merah putih melalui akun Twitternya @KRMTRoySuryo.

Pramono menegaskan, sebenarnya tidak ada yang salah dari penggunaan warna merah putih pada podium tersebut.

Warna merah dan putih itu tak bisa langsung dianggap sebagai bendera RI.

Dalam Undang-Undang tentang Bendera Kebangsaan, yang dimaksud dengan bendera RI adalah kain berukuran 2 x 3 berwarna merah dan putih dan dikibarkan di tiang bendera.

Selain itu, podium dengan warna merah putih serupa sudah digunakan setiap kali upacara Hari Kesaktian Pancasila sejak era Presiden kedua Soeharto hingga Presiden keenam yang juga Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Bahkan petinggi partai sebelumnya yang mempertanyakan itu, SBY ternyata juga memakai,” ujar Pramono.

Hanya saja, lanjut politisi PDI-P ini, era sosial media yang ada sekarang membuat foto itu tersebar dengan cepat. Akibatnya, banyak netizen yang melihat dan timbul kesalahpahaman.

“Kemudian ini dianggap bisa katakanlah membuat rasa nasionalisme kita terganggu. Dari pada berpolemik ganti saja. Dengan ringan saja kok,” kata dia. (kompas)