Jumat
28 Agustus 2026 | 3 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pilgub Jatim, PDI Perjuangan Sudah Kerucutkan Nama

pdip-jatim-Ilustrasi-pilkada

JAKARTA – PDI Perjuangan sudah mengerucutkan nama kandidat yang akan diusung di Pilgub Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya masih menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan nama-namanya.

Nama-nama yang dikerucutkan sudah dipertimbangkan dari beberapa aspek.

“Kami sudah mengerucutkan nama-nama. Sudah betul-betul kami kaji sesuai aspek historis, sosiologis, kultural, dan juga peta politik di daerah,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Selain itu, tambah Hasto, pihaknya juga melihat kepentingan nasional untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur. “PDI Perjuangan hanya menunggu waktu untuk mengumumkan,” ujarnya.

Dia membenarkan bahwa ajang Pilkada Serentak 2018 merupakan momentum memenangi Pemilu Serentak 2019. Diakuinya ada tiga daerah yang diandalkan PDIP dalam Pilkada serentak 2018 yaitu yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“PDIP di Jawa Barat kan bisa kami usung sendiri. Kami punya 20 kursi sehingga kami bisa mencalonkan sendiri karena rakyat memberikan kepercayaan kepada kami. Untuk di Jawa Timur, kami juga sudah mendapatkan 19 kursi, kurang 1 kursi,” lanjut Hasto.

Pada kesempatan itu, Hasto juga mengatakan, partainya tak pernah minta mahar politik kepada calon kepala daerah yang hendak maju di pilkada. Dia menegaskan, sanksi pemecatan akan diberikan jika ada kader yang nekat meminta mahar.

“Kalau dari PDI Perjuangan, boleh dicek dalam peraturan partai kami, kami tidak pernah meminta mahar. Tidak pernah memperjual-belikan rekomendasi, dan itu diatur,” kata Hasto.

“Bahkan kader partai bisa diberi sanksi pemecatan,” tambah dia.

Pihaknya minta para calon untuk waspada terhadap berbagai tipuan, tipu muslihat. “Karena ada yang membuka rekening atas nama kami misalnya, itu sudah kami laporkan kepada pihak kepolisian,” ucap Hasto.

Dia mengakui bahwa untuk mendapatkan kemenangan dalam pilkada dibutuhkan ongkos politik yang tidak sedikit untuk kampanye.

Namun, menurut dia, biaya tersebut bisa menggunakan mekanisme patungan sebagaimana yang sudah diterapkan PDI Perjuangan selama ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Percepat Konsolidasi Organisasi dan Pasang Target 12 Kursi di 2029

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang mempercepat konsolidasi organisasi dengan menuntaskan struktur kepengurusan ...