oleh

Pilgub Jatim, PDI Perjuangan Sudah Kerucutkan Nama

-Berita Terkini-8 kali dibaca

JAKARTA – PDI Perjuangan sudah mengerucutkan nama kandidat yang akan diusung di Pilgub Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya masih menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan nama-namanya.

Nama-nama yang dikerucutkan sudah dipertimbangkan dari beberapa aspek.

“Kami sudah mengerucutkan nama-nama. Sudah betul-betul kami kaji sesuai aspek historis, sosiologis, kultural, dan juga peta politik di daerah,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Selain itu, tambah Hasto, pihaknya juga melihat kepentingan nasional untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur. “PDI Perjuangan hanya menunggu waktu untuk mengumumkan,” ujarnya.

Dia membenarkan bahwa ajang Pilkada Serentak 2018 merupakan momentum memenangi Pemilu Serentak 2019. Diakuinya ada tiga daerah yang diandalkan PDIP dalam Pilkada serentak 2018 yaitu yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“PDIP di Jawa Barat kan bisa kami usung sendiri. Kami punya 20 kursi sehingga kami bisa mencalonkan sendiri karena rakyat memberikan kepercayaan kepada kami. Untuk di Jawa Timur, kami juga sudah mendapatkan 19 kursi, kurang 1 kursi,” lanjut Hasto.

Pada kesempatan itu, Hasto juga mengatakan, partainya tak pernah minta mahar politik kepada calon kepala daerah yang hendak maju di pilkada. Dia menegaskan, sanksi pemecatan akan diberikan jika ada kader yang nekat meminta mahar.

“Kalau dari PDI Perjuangan, boleh dicek dalam peraturan partai kami, kami tidak pernah meminta mahar. Tidak pernah memperjual-belikan rekomendasi, dan itu diatur,” kata Hasto.

“Bahkan kader partai bisa diberi sanksi pemecatan,” tambah dia.

Pihaknya minta para calon untuk waspada terhadap berbagai tipuan, tipu muslihat. “Karena ada yang membuka rekening atas nama kami misalnya, itu sudah kami laporkan kepada pihak kepolisian,” ucap Hasto.

Dia mengakui bahwa untuk mendapatkan kemenangan dalam pilkada dibutuhkan ongkos politik yang tidak sedikit untuk kampanye.

Namun, menurut dia, biaya tersebut bisa menggunakan mekanisme patungan sebagaimana yang sudah diterapkan PDI Perjuangan selama ini. (goek)