oleh

Pertama Kali Sejak 1997, Indonesia Dapat Status Layak Investasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dunia internasional telah mengakui adanya perbaikan ekonomi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya pemberian status layak investasi kepada Indonesia.

“Ini pertama kali sejak tahun 1997, pertama kali dalam 20 tahun Indonesia diberikan status layak investasi oleh tiga lembaga rating. Yaitu dari Standard and Poor’s, Moody’s, dan Fitch Rating’s,” kata Jokowi di acara pembukaan Kompas 100 CEO Forum, di Dian Ballroom Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

Yang kedua, Jokowi menunjuk peringkat kemudahan usaha, Ease of Doing Business oleh Bank Dunia. Pada 2017 ini meningkat dari 106 menjadi 91, dan yang terbaru 2018 menjadi peringkat yang ke 72.

“Artinya, 2 tahun lompatan kita naik 34 posisinya. Ini sebuah lompatan yang sangat cepat. Ini bukan kata saya, tapi kata World Bank,” ungkapnya.

Juga survei dari The United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), tahun 2017 tentang prospek negara tujuan investasi.

Indonesia tahun ini naik ke peringkat empat dari peringkat 8 sebelumnya. Menurutnyam hal ini juga merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia.

“Dua setengah tahun yang lalu, 2 tahun yang lalu waktu saya bilang bahwa kondisi ekonomi negara kita pelan-pelan akan membaik banyak yang enggak percaya. Tapi sekarang moga-moga sudah percaya,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan, sekarang momentum ekonomi kita sudah baik. Meski hitungannya memang kompleks, namun peluang bisnis yang paling besar sekarang ini, pertama ada di daerah, yang kedua ada di sektor pariwisata dan lifestyle.

“Ini dikarenakan 3 perkembangan; yang pertama karena infrastruktur banyak yang sudah jadi, yang kedua berkaitan dengan teknologi, yang ketiga karena globalisasi,” terang dia.

Kalau bicara peluang bisnis di daerah, lanjut Jokowi, bahwa sebetulnya potensi daerah yang luar biasa ini banyak sekali. Dia menegaskan, daerah yang sekarang sudah berbeda, karena infrastrukturnya yang membuat daerah sekarang semakin mudah dijangkau.

Jokowi menunjuk contoh Bandara Labuan Bajo, sudah  bisa terbang direct, terbang nonstop Jakarta-Labuan Bajo dan dari daerah-daerah lain.

Kemudian, minggu yang lalu dirinya meresmikan bandara yang sudah puluhan tahun tidak pernah diapa-apakan, Bandara Silangit di Toba menjadi bandara internasional. Garuda sekarang sudah terbang langsung dari Singapura ke Silangit.

“Sebentar lagi bandara di Belitung juga akan jadi bandara internasional. Ini adalah manfaat pembangunan infrastruktur yang juga segera kita rasakan satu per satu,” paparnya.

Kompas 100 CEO Forum itu dihadiri oleh para direksi BUMN, kepala daerah, pemimpin asosiasi usaha, dan para CEO pilihan Kompas. (goek/*)