oleh

Perpres Pendidikan Karakter jadi Payung Hukum Anggaran bagi Guru PAUD

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sambutan meriah dari 1.200 guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), setelah menyinggung honor bagi guru PAUD se-Indonesia.

Di depan ribuan guru PAUD se-DKI Jakarta, awalnya Jokowi memaparkan soal pentingnya pendidikan karakter pada anak usia dini.

Menurutnya, kecerdasan sangat diperlukan. Tapi kalau tidak diseimbangkan dengan budi pekerti, nilai-nilai karakter yang baik, kecerdasan itu tidak ada gunanya.

Jokowi mengungkapkan, dia baru saja meneken Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter. Lewat perpres itu, diharapkan pendidikan karakter di seluruh lembaga pendidikan diperkuat.

Perpres Pendidikan Karakter itu juga mengakomodasi alokasi anggaran bagi pemerintah daerah untuk guru PAUD.

“Dengan adanya perpres ini, kita harapkan menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bagi guru-guru PAUD,” ujar Jokowi, saat memberi sambutan penutupan pelatihan guru PAUD se-DKI Jakarta di Islamic Center, Jakarta Utara, kemarin.

Sontak, 1.200 guru PAUD se-DKI Jakarta bertepuk tangan riuh atas pernyataan Jokowi itu.

Jokowi mengatakan, alokasi anggaran bagi guru PAUD itu belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, perpres tersebut belum disosialisasikan kepada kepala daerah di Indonesia.

“Saya beri penjelasan dulu mengenai perpres ini. Nanti akan saya perintahkan setelah saya bertemu dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengingatan, bahwa kunci pembangunan, kecerdasan, kunci karakter berada pada usia emas 1-12 tahun.

Karena itu, guru-guru PAUD memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan masa depan negara, karena di PAUD-lah anak-anak dididik.

Dia menegaskan, di situlah proses-proses membangun mentalitas dan penguatan pendidikan karakter yang akan terus dilakukan pemerintah, yang sebetulnya menjadi titik lemah kita.

Jokowi menunjuk pelaku-pelaku korupsi, yang pendidikannya merata mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Universitas, semuanya juga ikut.

Yang berkaitan dengan kemandirian, mandiri, disiplin, tanggung jawab, tegasnya, anak-anak harus dilatih sejak dini, karena usia 1 sampai 12 tahun ini sangat menentukan. Dia juga menekankan, yang berkaitan dengan kejujuran, amanah, berkata bijak, inilah karakter-karakter yang diperlukan.

Jangan sampai, lanjut Jokowi, nanti anak-anak sudah dewasa, pintar, cerdas, tetapi tidak memiliki karakter-karakter.

“Sulit negara ini mengendalikan, mengelola orang-orang dengan karakter-karakter yang tidak betul. Itu menjadi tugas besar ibu dan bapak-bapak semuanya dalam menyiapkan kader-kader bangsa ke depan,” tegasnya. (goek)

rekening gotong royong