Jumat
09 Oktober 2026 | 6 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perjuangkan Reyog Masuk WBTB UNESCO, Sugiri Undang Fasilitator Asia-Pasifik

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-23122021

PONOROGO – Perjuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk menjadikan reyog Ponorogo diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Tak Benda United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) atau Intangible Cultural Heritage (ICH) masih terus berlanjut. Hingga saat ini, langkah yang dilakukan untuk merealisasikan reyog sebagai warisan dunia salah satunya dengan mengundang fasilitator Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO wilayah Asia-Pasifik untuk memberikan arahan dan penilaian.

“Ini usaha keras kami, UNESCO kan tidak ada di sini. Maka, fasilitator dari Unesco kita undang untuk memberikan arahan dan penilaian sebelum dokumen itu kita kirim nanti di bulan Maret 2022,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, usai memberikan arahan pada pertemuan komunitas reyog Ponorogo, Tim Kemendikbud RI dan Tim Fasilitator UNESCO di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Ponorogo, Rabu (22/12/2021).

Kang Giri, sapaan akrabnya, berharap, fasilitator tersebut bisa mengarahkan dan melakukan penilaian sebelum naskah atau dokumen tentang narasi reyog Ponorogo dikirimkan ke UNESCO.

“Jadi, ini harus dirumuskan betul-betul, bagaimana mencukupi selera dari UNESCO, maka diundang tenaga ahli yang expert di bidang ini,” imbuhnya.

Pengusulan reyog dan pengisian formulir untuk dipaparkan di markas UNESCO di Paris tinggal selangkah lagi yang tenggat waktunya Maret 2022 mendatang. Berbagai upaya hingga saat ini dilakukan oleh Pemkab Ponorogo seperti menyelenggarakan seminar, forum grup diskusi (FGD) dan melakukan riset-riset di lapangan tentang reyog. Bagaimana reyog itu berdampak ekonomi, bahan bakunya, apakah budaya rakyat.

“Kita sudah melakukan seminar, FGD sampai riset sudah kita lakukan sejak mulai dilakukan pengusulan pada September lalu,” jelas Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.

Sementara itu fasilitator ICH UNESCO untuk wilayah Asia-Pasifik, Harry Waluyo, mengatakan, sejauh pengusulan dan pengisian formulir untuk masuk dalam daftar ICH itu bisa meyakinkan UNESCO, maka peluangnya lolos makin besar. Menurutnya, penggunaan bulu merak dan kulit harimau sebagai ornamen reyog bisa diatasi oleh para pegiat reyog.

“Tapi, ini ada solusinya dan semua harus komit. Bagaimanapun juga UNESCO telah menetapkan penilaian,” ulasnya.

Ia pun berharap usulan reyog Ponorogo untuk menjadi warisan buudaya takbenda akan terwujud. “Selama Pemkab Ponorogo mengikuti petunjuk dari pengisian berkas-berkasnya. Tapi mudah-mudahan bisa segera terwujud,” pungkasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Basarah Dorong Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah meminta penanganan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan ...
KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...