Selasa
03 November 2026 | 12 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perjuangkan Honorer, Risma Minta Dispensasi KemenPAN-RB Soal Batasan Usia

pdip-jatim-risma-hotel-yamato

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) terkait seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2018.

Surat itu perihal permintaan dispensasi terkait batasan usia CPNS yang dinilai memberatkan bagi honorer K-II.

Diketahui, nasib para honorer kategori II (K-II), termasuk di Kota Surabaya, untuk bisa mengikuti seleksi penerimaan CPNS 2018 terhalang oleh persyaratan yang membatasi usia pendaftar maksimal berusia 35 tahun.

Itu seperti persyaratan yang dikeluarkan tim seleksi CPNS dari KemenPAN-RB bahwa batas maksimal pendaftar ialah berusia 35 tahun.

Risma menyatakan bakal memperjuangkan para honorer yang sudah bekerja dan mengabdi bertahun-tahun di Kota Pahlawan. Menurut Risma, sebagian jumlah honorer di Surabaya, usianya di atas 35 tahun atau tidak memenuhi ketentuan perekrutan CPNS.

“Kemudian karena gak diangkat-angkat, usianya semakin tua, saya minta dispensasi, ya saya ngomong hanya bisa berjuang untuk Surabaya karena saya Wali Kota Surabaya,” ungkapnya, usai acara Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit, Rabu (19/9/2018).

“Karena kan nggak bisa nanti kalau mundur lagi usianya makin tua lagi. Saya sudah kirim surat ke Menpan-RB (supaya) sampai usia 40,” tambah dia.

Permintaan dispensasi, lanjut Risma, hanya diperuntukkan bagi honorer K-II di lingkungan Pemkot Surabaya dengan masa bakti 15-20 tahun. “Saat ini saya masih menunggu surat balasan dari KemenPAN-RB,” kata Risma.

Sehari sebelumnya, ratusan tenaga K2 unjuk rasa di halaman kantor DRPD terkait revisi Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 2014, tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Unjuk rasa itu juga sebagai bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri (Permen) PANRB Nomor 36 dan 37 Tahun 2018. Di mana keduanya menyebutkan batas usia ASN (sebutan baru PNS) yang dinilai merugikan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...