Peringati Hari Santri, Ponorogo ‘Sarungan’ Selama 9 Hari

Loading

PONOROGO – Untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tiap 22 Oktober, berbagai pihak punya caranya masing-masing dalam memeriahkan HSN. Seperti yang dilakukan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yaitu mengintruksikan untuk bersama-sama seluruh elemen masyarakat mengenakan busana ala santri selama 9 hari.

Melalui surat instruksi Bupati Ponorogo Nomor 5 Tahun 2022, terhitung mulai 14 Oktober-22 Oktober 2022, laki-laki mengenakan pakaian muslim bersarung dan berkopiah hitam, perempuan memakai pakaian muslim, sementara untuk non-muslim pakaian menyesuaikan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Ponorogo mulai dari instansi, sekolah, karyawan, dah tokoh masyarakat untuk bersarung selama 9 hari,” ujarnya saat mengikuti apel pagi dan inpeksi mendadak (sidak) baju muslim di depan Gedung Graha Krida Praja, Jumat (14/10/2022).

Menurutnya, bersarung merupakan cara yang keren. Ia pun mengapresiasi kepada para ASN yang mengikuti apel, yang telah bersarung dan memakai pakaian muslim sesuai yang diinstruksikan.

“Bapak ibu terima kasih sudah berkenan menggunakan sarung. Mudah-mudahan ini awal yang baik,” jelasnya.

Apalagi, jelas politisi PDI Perjuangan itu, HSN harus diperingati secara maksimal. Salah satunya dengan bersarung. Lantaran santri memiliki peran dalam pembangunan bangsa Indonesia.

“Santri berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia. Jadi, kita beri ruang. Saya ingin punya kearifan lokal yang kita dorong. Dari sarung ini sudah membingkai moral,” tandasnya.

Selain bersarung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo juga telah menyiapkan rangkaian kegiatan HSN 2022. Dimulai dari khotmil Qur’an, festival musik Islami, fashion show sarung, pawai 10.000 obor, pengajian akbar, serta event puncak peringatan Hari Santri Nasional. (jrs/set)