Selasa
03 November 2026 | 10 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Kaji Usulan Revisi Perda Izin Pemakaian Lahan

pdip-jatim-armuji-whisnu-risma

SURABAYA – Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya akan mengkaji usulan revisi Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Izin Pemakaian Tanah yang selama ini dianggap memberatkan warga, khususnya yang tinggal di lahan berstatus surat ijo.

Usulan ini, sebut Whisnu, sudah disampaikan ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Nunggu kebijakan Bu Wali Kota. Perda sudah ada, namun butuh revisi agar tidak memberatkan warga,” kata Whisnu, kemarin.

Wawali yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini menambahkan, pada prinsipnya pemerintah kota tidak ada masalah kalau melepaskan lahan yang berstatus surat ijo.

Hanya, lanjut dia, perlu ada evaluasi. Karena sesuai perundangan-undangan di atasnya, masalah pelepasan aset pemkot tersebut harus dinilai dengan nilai jual objek pajak (NJOP).

Sedangkan NJOP bagi warga dinilai masih mahal. “Kami inginnya gratis. Tapi tidak ada kebijakan melepas lahan berstatus surat ijo karena itu aset negara,” jelas Whisnu.

Sebelumnya, Ketua DPRD Surabaya Armuji minta warga pemegang surat ijo membuat kajian jika ingin mengajukan revisi Perda 3 tahun 2016 tentang Izin Pemakaian Tanah.

Kajian tersebut, kata Armuji, harus komprehensif, yang tidak hanya tinjauan dari sisi warga tapi juga tinjauan hukum.

“Buatlah kajian. Lalu serahkan kepada kami. Sama seperti permintaan kami saat aturan Perda 3/2016 dibuat, ada pakar hukum yang juga dilibatkan,” kata Armuji.

Permintaan itu dia sampaikan menanggapi tuntutan warga yang menamakan diri Pejuang Surat Ijo yang mengelar aksi demo di gedung DPRD Surabaya, Rabu (15/11/2017). Mereka menuntut revisi Perda 3 tahun 2016 tentang Izin Pemakaian Tanah.

Pasalnya, aturan tentang nilai yang harus dibayar warga untuk bisa memiliki tanah surat ijo berdasarkan NJOP, dianggap memberatkan dan terlalu tinggi.

Karenanya, hingga saat ini warga yang menempati tanah aset Pemkot Surabaya tersebut mengaku kesulitan dalam mengajukan permohonan pelepasan tanah kepada Wali Kota Surabaya, karena biaya yang dikeluarkan untuk itu dinilai warga terlalu besar. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...
KRONIK

Ngawi Siap Jadi Tuan Rumah POPDA Jatim XV

NGAWI – Kabupaten Ngawi menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
HEADLINE

Puan Maharani Ajak Perkuat Demokrasi yang Menghadirkan Kesejahteraan Sosial

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat gagasan demokrasi yang sejak ...